http://www.youtube.com/watch?v=xLMxAeUR9cY&feature=share
Alumni TPA - Pendidikan Islam baitul Ula (PIB)
Belajar Bahasa Arab & Remaja Kreatif
Kamis, 06 Februari 2014
Selasa, 04 Februari 2014
Bahasa Arab (From Arabindo) Sesi 2
اِسْم
إِشَارَة
ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)
Untuk lebih memahami penggunaan
Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan
Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim
Maushul atau Kata Sambung. ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)
Pertama, Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:
1) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat: هَذَا (=ini).
Contoh dalam kalimat: هَذَا كِتَابٌ (= ini sebuah buku)
2) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh: ذَلِكَ (=itu).
Contoh dalam kalimat: ذَلِكَ كِتَابٌ (= itu sebuah buku)
Bila Isim Isyarah itu
menunjuk kepada Isim Muannats maka:
1)
هَذَا menjadi: هَذِهِ (=ini). Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ (= ini sebuah majalah)
2) ذَلِكَ menjadi: تِلْكَ (=itu). Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ (= itu sebuah majalah)Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka:
1) هَذَا menjadi هَذَانِ. Contoh: هَذَانِ كِتَابَانِ (= ini dua buah buku)
2) هَذِهِ menjadi هَتَانِ. Contoh: هَتَانِ مَجَلَّتَانِ (= ini dua buah majalah)
3) ذَلِكَ menjadi ذَانِكَ. Contoh: ذَانِكَ كِتَابَانِ (= itu dua buah buku)
4) تِلْكَ menjadi تَانِكَ. Contoh: تَانِكَ مَجَلَّتَانِ (= itu dua buah majalah)
Sedangkan bila Isim yang ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua):
1) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah tidak berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats, menggunakan: هَذِهِ (=ini) untuk menunjuk yang dekat dan تِلْكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat:
هَذِهِ كُتُبٌ (= ini buku-buku); هَذِهِ مَجَلاَّتٌ (= ini majalah-majalah)تِلْكَ كُتُبٌ (= itu buku-buku); تِلْكَ مَجَلاَّتٌ (= itu majalah-majalah)
2) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah
berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats, menggunakan:
هَؤُلاَءِ (=ini) untuk menunjuk yang dekat dan
أُلَئِكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh
dalam kalimat:
هَؤُلاَءِ طُلاَّبٌ (= ini siswa-siswa); هَؤُلاَءِ طَالِبَاتٌ (= ini siswi-siswi)أُلَئِكَ طُلاَّبٌ (= itu siswa-siswa); أُلَئِكَ طَالِبَاتٌ (= itu siswi-siswi)
هَؤُلاَءِ طُلاَّبٌ (= ini siswa-siswa); هَؤُلاَءِ طَالِبَاتٌ (= ini siswi-siswi)أُلَئِكَ طُلاَّبٌ (= itu siswa-siswa); أُلَئِكَ طَالِبَاتٌ (= itu siswi-siswi)
اِسْم
مَوْصُوْل
ISIM MAUSHUL (Kata Sambung)
ISIM MAUSHUL (Kata Sambung)
Isim Maushul (Kata
Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat atau
pokok pikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung semacam
ini diwakili oleh kata: "yang".
Bentuk asal/dasar dari Isim
Maushul adalah: الَّذِيْ
(=yang). Perhatikan
contoh penggunaan Isim Maushul dalam menggabungkan dua kalimat di bawah
ini:| Kalimat I |
جَاءَ
الْمُدَرِّسُ
|
= datang guru itu |
| Kalimat II | اَلْمُدَرِّسُ يَدْرُسُ الْفِقْهَ | = guru itu mengajar Fiqh |
| Kalimat III | جَاءَ الْمُدَرِّسُ الَّذِيْ يَدْرُسُ الْفِقْهَ |
= datang guru yang
mengajar Fiqh
|
Kalimat III
menghubungkan Kalimat I dan II dengan Isim Maushul: الَّذِيْ
Bila Isim Maushul itu dipakai
untuk Muannats maka: الَّذِيْ menjadi: الَّتِيْ |
جَاءَتِ الْمُدَرِّسَةُ
الَّتِيْ تَدْرُسُ الْفِقْهَ
|
= datang guru (pr) yang mengajar Fiqh itu |
Bila Isim Maushul itu
digunakan untuk Mutsanna (Dual) maka:
1) الَّذِيْ
menjadi:
الَّذَانِ sedangkan الَّتِيْ menjadi: الَّتَانِ
| جَاءَ الْمُدَرِّسَانِ الَّذَانِ يَدْرُسَانِ الْفِقْهَ |
= datang dua orang guru
(lk) yang mengajar Fiqh itu
|
|
جَاءَتِ الْمُدَرِّسَتَانِ
الَّتَانِ تَدْرُسَانِ الْفِقْهَ
|
= datang dua orang guru
(pr) yang mengajar Fiqh
|
1) الَّذِيْ menjadi: الَّذِيْنَ sedangkan: الَّتِيْ menjadi: اللاَّتِيْ/اللاَّئِيْ
|
جَاءَ الْمُدَرِّسُوْنَ
الَّذِيْنَ يَدْرُسُوْنَ الْفِقْهَ
|
= datang guru-guru (lk) yang mengajar Fiqh itu | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
جَاءَتِ الْمُدَرِّسَاتُ
اللاَّتِيْ يَدْرُسْنَ الْفِقْهَ = datang guru-guru (pr) yang mengajar Fiqh itu
نَكِرَة -
مَعْرِفَة
NAKIRAH (Sebarang) - MA'RIFAH (Tertentu)
Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi
dua:
1) ISIM NAKIRAH
atau kata benda sebarang atau tak dikenal (tak tentu).
2) ISIM MA'RIFAH
atau kata benda dikenal (tertentu).
Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari
setiap Isim, biasanya ditandai dengan huruf akhirnya
yang bertanwin ( ً ٍ ٌ ). Sedangkan Isim Ma'rifah biasanya
ditandai dengan huruf Alif-Lam ( ال ) di awalnya.
Contoh Isim Nakirah:
بَيْتٌ (= sebuah rumah), وَلَدٌ (= seorang anak)
Contoh Isim Ma'rifah:
اَلْبَيْتُ
(= rumah itu), اَلْوَلَدُ
(= anak
itu)
Coba bandingkan dan
perhatikan perbedaan makna dan fungsi antara Isim Nakirah dan Isim Ma'rifah
dalam dua buah kalimat di bawah ini:
1. ISIM 'ALAM (Nama). Semua Isim 'Alam
termasuk Isim Ma'rifah, meskipun diantara Isim 'Alam tersebut ada yang huruf
akhirnya bertanwin.
Contoh: أَحْمَدُ (= Ahmad), عَلِيٌّ (= Ali), مَكَّةُ (= Makkah)
2. ISIM DHAMIR (Kata Ganti). Yaitu kata yang
mewakili atau menggantikan penyebutan sesuatu atau seseorang atau sekelompok
benda/orang.
Contoh:
أَنَا (= aku, saya), نَحْنُ
(= kami, kita),
هُوَ (= ia, dia)
صِفَة-مَوْصُوْف / مُضَاف-مُضَاف إِلَيْهِ /
مُبْتَدَأ-خَبَر
SIFAT -
MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati)
Berkaitan dengan Nakirah dan
Ma'rifah, khususnya penggunaan Alif-Lam di awal kata atau baris Tanwin di akhir
kata, ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu kita ketahui
perbedaannya dengan baik. Yaitu: MUDHAF - MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk) MUBTADA' - KHABAR (Subjek dan Predikat) 1. SHIFAT ( صِفَة ) dan MAUSHUF ( مَوْصُوْف )Bila rangkaian dua buah Isim atau lebih, semuanya dalam keadaan Nakirah (tanwin) atau semuanya dalam keadaan Ma'rifah (alif-lam) maka kata yang di depan dinamakan Maushuf (yang disifati) sedang yang di belakang adalah Shifat.
Rangkaian dua buah Isim
atau lebih, satu kata di depannya dalam keadaan Nakirah (tapi tanpa tanwin)
dinamakan Mudhaf sedang kata yang
paling belakang adalah Ma'rifah
dinamakan Mudhaf Ilaih. Contoh:
Baik Shifat-Maushuf maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bukanlah merupakan sebuah JUMLAH MUFIDAH (جُمْلَة مُفِيْدَة) atau Kalimat Sempurna. Berikut ini kita akan mempelajari sebuah pola Jumlah Mufidah (Kalimat Sempurna). 3. MUBTADA' ( مُبْتَدَأ ) dan KHABAR ( خَبَر ) Sebuah JUMLAH ISMIYYAH (جُمْلَة اِسْمِيَّة) atau Kalimat Nominal (kalimat sempurna yang semua katanya adalah Isim), selalu terdiri dari dua bagian kalimat yakni Mubtada' (Subjek) dan Khabar (Predikat). Pada umumnya seluruh Mubtada' dalam keadaan Ma'rifah sedangkan seluruh Khabar (Predikat) dalam keadaan Nakirah. Perhatikan contoh kalimat-kalimat di bawah ini:
1. Baik Mubtada' maupun Khabar, bisa terdiri dari satu kata ataupun lebih. 2. Mubtada' pada umumnya selalu dalam keadaan Ma'rifah. 3. Khabar pada umumnya selalu dalam keadaan Nakirah. 4. Mubtada' yang terdiri dari beberapa kata bisa merupakan Shifat-Maushuf (contoh kalimat II) maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih (contoh kalimat III dan IV) Sebagai penutup, untuk mengingat-ingat perbedaan antara Shifat-Maushuf, Mudhaf-Mudhaf Ilaih dan Mubtada'-Khabar, perhatikanlah perbedaan bentuk dan makna masing-masing pola tersebut dalam kalimat sederhana di bawah ini:
|
Bahasa Arab Dasar (from Arabindo) = Sesi I
أَقْسَامُ
الْكَلِمَةُ
PEMBAGIAN KATA
PEMBAGIAN KATA
Semua bahasa manusia
tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:
1. Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".
1. Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".
Contoh:
م - س - ج - د
2. Susunan huruf yang memiliki arti
tertentu yang disebut "kata".
Contoh:
مَسْجِدٌ (= masjid)
3. Rangkaian kata yang mengandung
pikiran yang lengkap yang disebut "kalimat".
Contoh: أُصَلِّيْ فِي
الْمَسْجِدِ (= saya shalat di masjid)
Dalam tata bahasa Arab, "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:
1. ISIM ( اِسْم ) atau "kata benda". Contoh: مَسْجِد (= masjid)
2. FI'IL ( فِعْل ) atau "kata kerja". Contoh: أُصَلِّيْ (= saya shalat)
3. HARF ( حَرْف ) atau "kata tugas". Contoh: فِيْ (= di, dalam)
Penggunaan istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan Isim, Fi'il dan Harf dalam tata bahasa Arab. Namun bisalah dipakai untuk sekadar mendekatkan pengertian.
اِسْم
عَلَمُ
ISIM 'ALAM (Kata Benda Nama)
ISIM 'ALAM (Kata Benda Nama)
Dalam golongan Isim,
ada yang disebut dengan Isim 'Alam yaitu Isim yang merupakan nama dari seseorang
atau sesuatu. Di
bawah ini beberapa
contoh Isim 'Alam (nama), bacalah dengan suara nyaring dan jelas satu
persatu:
مُحَمَّد - آدَم - إِدْرِيْس
- نُوْح - إِبْرَاهِيْم - إِسْمَاعِيْل - إِسْحَاق - يَعْقُوْب - يُوْسُف - مُوْسَى
- سُلَيْمَان - يُوْنُس - عِيْسَى - مَرْيَم - خَدِيْجَة - عَائِشَة - فَاطِمَة -
عُمَر - عُثْمَان - جِبْرِيْل - مِيْكَال - لُقْمَان - زَيْد - فِرْعَوْن -
قَارُوْن - إِبْلِيْس - عِفْرِيْت - مَكَّة - مَدِيْنَة
مُذَكَّر -
مُؤَنَّث
MUDZAKKAR (Laki-laki) - MUANNATS (Perempuan)
| Contoh Isim Mudzakkar | Contoh Isim Muannats | ||
| عِيْسَى | (= 'Isa) | مَرْيَم |
(=
Maryam)
|
|
اِبْنٌ
|
(=
putera)
|
بِنْتٌ | (= puteri) |
| بَقَرٌ | (= sapi jantan) | بَقَرَةٌ | (= sapi betina) |
| بَحْرٌ | (= laut) | رِيْحٌ | (= angin) |
Dari segi bentuknya, Isim Muannats
biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di belakangnya
yaitu:
a) Ta Marbuthah ( ة ). Misalnya: فَاطِمَة (=Fathimah), مَدْرَسَة (=sekolah)
b) Alif Maqshurah ( ى ). Misalnya: سَلْمَى (=Salma), حَلْوَى (=manisan)
c) Alif Mamdudah ( اء ). Misalnya: أَسْمَاء (=Asma'), سَمْرَاء (=pirang)
a) Ta Marbuthah ( ة ). Misalnya: فَاطِمَة (=Fathimah), مَدْرَسَة (=sekolah)
b) Alif Maqshurah ( ى ). Misalnya: سَلْمَى (=Salma), حَلْوَى (=manisan)
c) Alif Mamdudah ( اء ). Misalnya: أَسْمَاء (=Asma'), سَمْرَاء (=pirang)
Namun adapula Isim
Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas.
Misalnya: رِيْحٌ (= angin), نَفْسٌ (= jiwa, diri), شَمْسٌ (= matahari)
Misalnya: رِيْحٌ (= angin), نَفْسٌ (= jiwa, diri), شَمْسٌ (= matahari)
Bahkan ada pula
beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah.
Contoh: حَمْزَة (= Hamzah), طَلْحَة (= Thalhah), مُعَاوِيَة (= Muawiyah)
Contoh: حَمْزَة (= Hamzah), طَلْحَة (= Thalhah), مُعَاوِيَة (= Muawiyah)
مُفْرَد - مُثَنَّى -
جَمْع
MUFRAD (Tunggal) - MUTSANNA (Dual) - JAMAK
Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:MUFRAD (Tunggal) - MUTSANNA (Dual) - JAMAK
1) ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
2) ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang jumlahnya dua.
3) ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.
Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf
Nun Kasrah ( نِ ), baik
untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:
| Mufrad | Tarjamah | Mutsanna | Tarjamah |
| رَجُلٌ | = seorang laki-laki | رَجُلاَنِ | = dua orang laki-laki |
| جَنَّةٌ | = sebuah kebun | جَنَّتَانِ | = dua buah kebun |
| مُسْلِمٌ | = seorang muslim | مُسْلِمَانِ | = dua orang muslim |
| مُسْلِمَةٌ | = seorang muslimah | مُسْلِمَتَانِ | = dua orang muslimah |
Adapun Isim Jamak, dari
segi bentuknya terbagi dua macam:
1. JAMAK SALIM (
جمْع سَالِم ) yang bentuknya beraturan:
| Mufrad | Tarjamah | Jamak | Tarjamah |
| اِبْنٌ | = seorang putera |
بَنُوْنَ
|
= putera-putera |
| بِنْتٌ | = seorang puteri | بَنَاتٌ | = puteri-puteri |
| مُسْلِمٌ | = seorang muslim | مُسْلِمُوْنَ | = muslim-muslim |
| مُسْلِمَةٌ | = seorang muslimah | مُسْلِمَاتٌ | = muslimah-muslimah |
2. JAMAK TAKSIR
(جَمْع
تَكْسِيْر
) yang bentuknya tidak beraturan:
| Mufrad | Tarjamah | Jamak | Tarjamah |
|
رَسُوْلٌ
|
= seorang rasul | رُسُلٌ | = rasul-rasul |
| عَالِمٌ | = seorang alim | عُلَمَاءُ | = orang-orang alim |
| رَجُلٌ | = seorang laki-laki | رِجَالٌ | = para laki-laki |
| اِمْرَأَةٌ | = seorang perempuan | نِسَاءٌ | = perempuan-perempuan |
Minggu, 02 Februari 2014
trio ganteng
TRIO Ganteng
Ajiz : "ehh..cape juga yeh abis
ngiterin setu gintung….gua kira deket, buset dah ternyata jauh juga yeeh…neh
kaki gua ampe pada bengkak…" celoteh ajiz membuka perbincangan ditengah
peristirahatan anak masjid yang abis nge-Fogging eh nge- Joging maksudnye.
Algi :" iyeeh k Ajis bener puegeeel
banget,,neh kaki saya juga pada bengkak-bengkak yeeh…kenapa y..padahal saya
udah pake sepatu bola yang paling mahal…."sahut algi yang semalem abis
ikut kajian rutin malam ahad di Masjid Baitul Ula.
Fajar :"ettt iya gi…ko pada
bengkak-bengkak gitu yeeh…tuh liat ajah tuh pipi sama perut lu tuh juga pada
ikutan bengkak juga yaa..iiih sereeem banget deeh…….kaya badut ubur-ubur
deh.." ledek fajar sambil nyeruput es jus nya mama opang.
Algi :"wuuahh parah…..ngatain algi
yeh ka Fajar..nanti algi aduin ke kbyu looh…"melas algi sambil
pegang-pegang perutnya yang sedikit imut..eh (amit maksudnya)
Fajar :"aduin ajah sono…lagi elu juga cy
jogging pagi malah pake sepatu bola..yah jelas ajah pada bengkak, itu sepatu kan
ada spullnya jadi cocok nya cuma buat main dan lari di lapangan rumput
laah…sedangkan setu kan kon Blok…hmhm ehh iya kalo lu mau aduin kbyu…aduin ajah
sana..mentang-mentang punya ukuran body yang sehati (read :sama) haha"
jawab fajar sambil ketawa terbahak-bahak
Ka Bayu :"assalamu'alaikum fajar, ajiz dan
algi….habis pada olah raga yeeh….sehat nehh..olah raga teruus….kayanya tadi
singgung ka bayu…ada apa yah?" Tanya kabyu, yang lagi berduaan naek motor
sama istri tercinta dan Fatih anak pertamanya.
Fajar :"wadduuuh…wa..wa'alaikumussalaam
warahmatullah…wb eh kabyu,,enggak tadi fajar Cuma lg ngasih tau algi kalo kabyu
itu ngajarnya enak,,,hafalan sama kbyu mah cepet…udah gitu kbyu juga bisa main
futsal lagi…pokoknya nyenengin banget deh kabyu….he begitu kak….."fajar
ngeles sambil garuk-garuk kepala n rambutnya yang acak adul.
Ka Bayu :"bener begitu jiz..algi…?" Tanya
singkat k byu kepada aJiz dan algi.
Ajiz :"hmhm kayaaanyaa
cy……."ragu
Ajiz :"kayanya cy bener
ka……"jawab ajiz sambil menahan sakit karna diem2 si fajar nyubit pantatnya
ajiz dari belakang.
Algi :"hmhmhmh…." Cembetut dan
ceming.com
Ka Bayu :"ya wes dehh kbyu pamit dulu yaah, mau
kasih makanan ke ayah nehh…oh yaa Cuma mau bilang..Allah itu Maha
mendengar,,okay…assalamua'alaikum…" salam kbyu dengan senyum khasnya.
Fajar :"aduuh selamet..selamet,,,coba
kalo lu bilang jiz,,,bisa di berhentiin deh ngaji di PIB…" sambil
usap-usap dada
Ajiz :"lagian elu punya mulut gak di
sekolahin si jar..ngomong asal ajah..bener tuh kata kabyu…kalo pun kbyu tadi
bener-bener gak tau..tapi Allah kan pasti denger Jar….bahkan daun yang jatuh
dari rantingnya pun Allah tahu….bukan hanya itu..apa yang baru terdetik dihati
kita Allah juga tahu Jar…jadi makanya besok ati2 tuh punya mulut……"
thausiyah ajiz kepada fajar, semenjak ngaji di Masjid lagi si aaajiz udah
banyak perubahan, yang dulunya sering ngambil permen diwarung bayu kaga bayar,
sekarang sholatnya getool banget…subhanallah
Algi :"wuuiih canggih ka Ajiz
ngomongnya hebat…algi dukung 1000 %.
Hebat yah ka Ajiz udah ganteng tapi ngerti agama juga..algi jadi pengen
kaya ka Ajis aah…." Tutur algi yang lagi nahan skit bengkaknya
Fajar :"iyaa..iyaa deh gua ngaku
salah…lagian kan tadi gua Cuma bercanda…duuh jadi gak enak nehh sama kabyu…tapi
kira2 tadi kabyu denger g yah apa yg gua bicarain…." Resah fajar, karena
dia memang tahu kalo kbyu itu orangnya agak emosi,,terlebih lgi kalo ngeliat
ada hal yang dirasa bermasalah. Walaupun
aslinya kadang dia juga suka bercanda.
Ajiz :"gmna kabyu kaga denger,,orang
dia udah ada daritadi waktu elu berdua lagi pada ngomong..Cuma dia tadi ngasih
isyarat k gua untuk diam pura-pura gak tau…." Cerita ajiz kepada fajar
Fajar :"aduuuh Skak matt dah gua…..hm
nasiib nasiib…." Fajar stress
Ajiz :"udah cy gitu ajah
dipermasalahin….tinggal temuin dia nanti zuhur di Masjid terus cerita
sejujurnya dan minta maaf deeh..selesai kan perkara..masa kabyu gak maafin
cy…"nasihat ajiz kembali kepada sahabatnya.
Algi :"iyah ka fajar,,nanti algi
temenin deeh…."sambung algi
Fajar :"bae deeh kalo gitu….eh iya
sebelum kita balik kita maen tebak-tebakan yukk…gini-gini biar semangat,, kalo gua
gak bisa jawab tebakan elu berdua,,nanti gua kasih 100 ribu,,maklum semalem
abis dapet dari bang Acoy,,gua abis nemenin dia mancing di Parung..nah kalo lu
gak bisa jawab pertanyaan gua, elu Cuma bayar gua seribu deh..gmana deal?"
ujar fajar yg langsung ceria lagi begitu tahu ada solusi tentang masalahnya dan
ada yang mau nemenin dia ketemu kabyu.
AA :"okee deal…"jawab mereka berdua kompak
Fajar :"Negara Negara apa yang sukanya
minta-minta terus?"
Algi :"hmhm mana ada Negara yg
minta-minta gitu."
Ajiz :"tau pertanyaan aneh…."
Akhirnya mereka pun mengeluarkan duit masing-masing seribu rupiah dan
langsung diselipkan dikantong si Fajar
Fajar :"jawabannya adalah Maa
Rokok……alias Maroko…hehe"iseng fajar kesenengan. Bukan soal duitnye, tp fajar puas udah buat
ajis n algi kebingungan
Algi :"sekarang giliran algi yeh
ka..soalnya tentang matematika nehh..karna algi di sekolah MTK nya selalu dapet
10. Siap yaah….siaaap nggak ka Fajar..ka
aJiz…?"Tanya algi
Aj & F :"aaah kelamaan..jgn ngomong mulu
entenya..udah cepet kasih pertanyaannya apa…"
Algi :"oke kalo emang di paksa…gini
soalnya….kan ada burung di Pohon 15, terus ditembak 3..sisanya tinggal berapa
ayo kak.."
Fajar :"sisanya tinggal dua..betul
kan?"
Algi :"salah banget..kenapa
jawabannya salah tpi ka fajar yakin banget bener yeeh jawabannya..anehh
iih…"
Fajar :"laah terserah gua dunk mau
jawab berapa..mulut..mulut gua….wooo…"
Ajiz :"udah yg merasa waras ngalah
ajah..he..jawabannya tinggal nol,,alias g ada sisanya, betul kan?"
Algi :"yah salah juga..jangan ngaco
donk ka..soalnya kan gampang kenapa kalian berdua jawabannya aneh2 cy….15 di
kurang 3 itu kan 12 kenapa jadi pade ribet-ribet gitu cy jawabannya…huuhh
payaah.."
Ajiz :"eiit..tunggu dulu doonk….emang
ente pernah liat ada burung ditembak,,terus burung yg lainnya diem ajah
ditempat gituh nunggu giliran mati..gak ada kan…jadi waktu 3 burung pertama
ditembak,,yah brung yang lainnya pada terbang lah melarikan diri..bener
kan"
Algi :"eitt bener juga yah ka
ajiz.."sambil pegang perutnya yg imut eh amit-amit itu.
AA :"okeh sekarang pertanyaan pamungkas khusus buat
fajar oke.." mereka berdua pun saling berbisik berkompromi mencari
pertanyaan yg paling pas untuk fajar
Setelah mereka berdiskusi selama dua jam (lebay) akhirnya mereka pun
sepakat mengajukan pertanyaan pamungkas untuk fajar
AA :"makanan-makanan apa yang di makan
sebanyak-banyaknya tapi kita yang makan gak akan pernah kenyang…ayo tahu
gak?"
Fajar :"makanan yang gak jadi
dimakan…betul kan"
Algi :"salah..salah…"
Fajar :"makanan dalam mimpi"
Algi :"salah…salah…"
Ajiz :"tau gak jar…?"
Fajar :"oke oke..gua nyerah deh neh
duit seratus ribuny rejeki kalian…lagian pertanyaannyaa aneh bgt…"
Algi :"asyik dehhh..siniii..makasih
kaka fajar yg ganteng dan manis tapi Boong"
Fajar :"eiittt dah bentar dulu
dunk..kasih tau dulu gua jawabann yg bener apa,,jgn men tinggal gitu ajah
dunk..kaga tanggung jawab amat cy…amat ajah tanggung jawab!"sungut fajar sedikit
es mosi
Ajiz :"bae kalo gitu..ayo gi…"
Mereka berdua pun kembali merogok duit seribuan dikantong
celananya. Dan langsung menaruh di
telapak tangan fajar
AA :"nehh ……kita juga kaga tau jawabannya
apa…hAHAAHAAA"tawa ajiz dan algi puas
Ajiz :"lagian elu gaya bget cy pake
maen tebak-tebakan yg ada duitnye..itu kan kaga boleh…haram hukumnye…udah
sekarang balikin deeh duit kita yg tadi…..lagian juga duit yang tadi gua kasih,
itu kembalian beli terasi buat emak gua dari warung ucokx.."
Algi :"tau neh ka Fajar suka yg
enggak-enggak aj.."
Fajar :"okeeh dehh..tapi ntar sore abis
sholat ashar kita makan bakso pak de yooo..gua yg nraktiir deeh..oke.."
AA :"naah itu baru asiiik,,,halaaaalll..ya wes kita
balik duluuan yoo..assalamualaikum…"
Fajar :"weiittts bentar..bentar jangan
main salam ajeh ente berdua..balikin dulu duit gua yg seratus
ribu…..algi..buruan sini jgn di pegangin ajehh…"
Algi :"ett iyaa yaah..yah maklum
namanya juga manusia biasa ..suka lupa kalo udah kena duit tangannya…hehe…neh
ka fajar maaf yeeh,,he assalamu'alaikum"
Fajar :"wa'alaikumussalaam warahmatullah…"
Abu al Fatih
Pantun
PANTUN
Adi makan semangka
Si Udin Makan Belewah
Jangan pernah NGAKU jadi PEMUDA
Kalp gak bisa RAJIN IBADAH
Di TV ada sinetron wiro sableng
Di tonton bareng-bareng di rumah bang Entong
Percuma kita-kita NGAKU GANTENG
Kalo Sholatnya aja Masih BELANG Blentong
Bang Deni pake baju Batik
Mau Pergii ke bajaar beli KEBAB
Percuma juga ada Perempuan CANTIK
Kalo dia maleess bget PAKE JilbaBB
Pak Tarno bawa pacul
Untuk di Kasih ke Pak Hanafi
Kalo kita-kita ini emang Anak GAUL
Maka, kita kudu bisa Jago NGAJii
Makan salak bareng Pak Haji
Makannya jangan sambil tiduran
Kalo udah rajin NGajii
Jangan pernah lupa soal iurannnnn…
he..he
Oleh : Abu al Fatih
TEBAK-TEBAKAN Ngasal.com
Ajiz : ehh bocah gua punya tebak-tebakan neeeh….ada
yang mau tau gak??
Bocah-bocah : ahh enggak ah
(kompak)
Ajiz : oooohh ya udahh (cemiing)
Ari : jiee ngambek tuh… ayolahh jiz,,nanti
gantengnya LUNTUUUR looh klo ngambeek..
Dika : iyee..iyeee…udah coba
kasih tebak2n jiz ntar kita-kita tebaak deeh….
Ajiz : oke..kalo kalian pada maksaAA …!!
Bocah-bocah : (siapa yang maksa..orang kita kasian juga) dalam hati
Ajiz : nehh tebakannya…ada yang Tau gak dimana
tempat ngumpetnya GAJAH ?
Ari : di Balik Pohon gede !
Ajiz : Salaah…
Dika : di Kebon Binatangg laaah…..
Ajiiz : masiih SALAH ..udah yeeh nyerah ajaah
Bocah-bocah : ok deeh nyerah ajah….iye iye apa jawabannya..
Ajiz : Gajah itu Ngumpetnya di TERMINAL tauu….
Dika : idiih gak nyambuung banget cy luhh jiz
Ajiz : yeeh..gak nyambung dari mane….sekarang gua
Tanya sama eluuh…Lu pernah gak ngeliat Gajah di Terminal ??
Bocah-bocah : yeeh Mana ada Gajah di
Terminal…si Ajis maah tebak-tebakannya NGACO pisann euuy..
Ajiz : gak pernah kan liat gajah di Terminaal…..Naah
berarti dia lagi NGUMPEET….. maka nya elu-elu pada gak ngeliat kan…hehe
Bocah-bocah : hahaha…..
GOmbal.com
Agung :
Sayaang…kamu tahu gak ..apa bedanya Papan Tulis sama KITA ???
Istri :
ahh kamu ada-ada ajah mas tebak2nnya…..
Agung :
kamu tau gak ??
Istri : kalo papan tulis itu hitam , kalo kita itu
PUTIH…
Agung :
sAALAAAH besar…aku emang putih yang..,tapi kamu kan item bangetttt (ceritanya
istrinya k Agung orang sono deeh…hehe)
Istri : ahh kamu jahat bangett cy mas…
Agung : hehe..iya bercanda ko…eit tapi itu emang
fakta kan…hehe… gini looh yang.. kalo Papan Tulis itu,,tulisan yang ada padanya
pasti bisa terHAPUS kan….nahh kalo bedanya
KITA…..iyah yaaang kalo KITA…..Cinta yang ada dan melekat diantara hati
kita berdua tidak AKAN PERNAH bisa terhapus Oleh cobaan seberat apapun…. kamu
akan selalu bersyukur mendapatkan suami seperti aku..sedangkan aku akan selalu
bersabar mendapatkan Istri seCANTIK kamu……akan selalu seperti itu sayaang…
Istri : iiiiiih…NYEBELIIIIIIINNN…..!!
Agun :
hehe…
PUISI
Lalu lalang kota dengan segala kebisingannya
Asap kendaraan dan debu jalan yang usang
Kerap menjadi teman di segala keadaan
Akan sampai kapan ??
Harga barang yang kian hari kian melonjak
Kebutuhan hidup yang terus melekat
Penat…pekat…pucaat…
Apakah BISA ??
Wakil rakyat yang jadi tauladan Ummat
Tidak jarang berkhianat
S2….S3…..bahkan doctor sekali pun
Mereka tetaplah Manusia..
Jadi..siapa yang SALAH ?
Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat
Bukan manusia yang sering mendapatkan jutaan hujat
Bukan juga manusia yang kerap menghina dan menghujat
Serta mempertontonkan hal-hal yang sesat
Apakah mereka yang layak menjadi Pemimpin Ummat ??
Jika kita berhasil menahan NAFSU yang selalu dibisikan iblis yang JAHAT
Kemenangan haqiqi pasti akan Kita dapat
Jika diri ini senantiasa diliputi oleh indahnya akhlak
Maka Surga akan menjadi tempat kita kelak
Oleh : Abu al Fatih
Maafkanlah Hamba
MAAFKANLAH HAMBA…
Oleh : Abu al Fatih
Dinginnya sang fajar masih menyelimuti tubuhnya yang gempal. Walaupun ia memiliki cadangan lemak yang
cukup, namun tetap tak bisa menahan dahsyatnya hawa pagi yang menusuk. Memang semenjak musim hujan tiba, hampir tiap
malam Ari merasakan godaan dinginnya fajar yang kian terasa dan berwujud bagai
sosok penjaga malam yang membangunkan dirinya tiap fajar tiba.
"duuh…kenape yaah tiap lagi mimpi enak..selalu terbangun karna hawa
dingin ini…hmhm padahal tadi lagi mimpi makan es campurnya kang Udan..hm malah
mimpi g bisa diulang lgi…hm nasib….nasiiiib…." oceh Ari sambil melihat HP
esia bojot nya (bojot = Jadul).
Gelapnya lampu kamar Ari, meredupkan semangatnya untuk bisa bangun lebih
awal, dan panggilan selimut pun menjadi penggoda yang tak kalah dahsyatnya dan
tidak jarang cadangan lemak yang dikandung Ari merasa akur dengan tawaran
hangatnya selimut itu. Al hasil ia pun
kembali meneruskan khusunya mendengkur alias ngorok .
"ri….Ariii…bangun nak…sudah shalat subuh belum??...ri….sudah terang
bgt..kamu sudah shalat belum…??ari…?" tanya dan panggil ibu Dinda.
Sosok ibu yang sangat sabar dalam membesarkan anaknya yang besar
(gendut). Hampir tiap pagi Ibu
Dinda melakukan aktifitas yang hampir sama, yaitu membangunkan Ari anak
bungsunya, adik dari abang Jason. Kedua
putera ibu Dinda itu memang unik, kadang mereka akur bagaikan sepasang sandal
jepit buluk, dan tidak jarang pula mereka bertengkar bagaikan batman dengan
joker.
"bang,,Jason…tolong bangunkan Ari..dari tadi ibu
panggil-panggil,,namun nampaknya ia masih tidur…tolong nak,,bangunkan
adikmu…sepertinya dia belum shalat subuh??" pinta ibu kepada sang kakak
yang memang hampir tiap hari selalu bangun lebih awal dan biasa menunaikan
ibadah shalat subuh di Masjid Baitul Awwal, masjid yang lumayan dekat dari
rumah Jason.
"kreeeeek……bbuuuurrrrrrr……." Suara yang tidak asing ditelinga
ari.
"etttt…apaan cy lu bang..iseng banget ama gua..kaya gak ada kerjaan
len ajah cy…..??kan basaaah tau….emang g bisa apa bangunin dengan cara yang
lebih sopan,, arif,,,dan bijaksana……" bela ari yang setengah pakaian yang
dikenakannya telah basah karena air yang digunakan oleh bang Jason sebagai
perlengkapan untuk membangunkan sang adik.
"bodo amat…emang gua pikirin….lagian elu kan udah gede ri..masa
untuk sholat subuh ajah masih dibangunin dengan cara gini….elu kan udah
baligh…udah ngerti…udah bisa bedain mana kanan mana
kiri…udah…………….."ceramah bang Jason kepada adiknya.
"Udah…udaaaah…udaaaah…..ceramahnya..hmhm
males bgt bg gua denger siraman rohani dan siraman aer lu pagi2…,udah gua mau
bangun…hm paling juga masih jam 5an…" jawab ketus ari menanggapi tausiyah
pagi menjelang siang.
"haaahhhh jam setengah enam……y ampun….kesiangan lagi dah
gua……" ari kaget sambil menggaruk kepalanya yang masih berantakan bagai
alang-alang dengan model abstrak. Ari pun langsung menuju kamar mandi untuk
berwudhu dan melakukan shalat subuh.
Ari yang saat ini sedang memakan bangku pendidikan (alias mengenyam
pendidikan) tingkat menengah atas, segera bergegas untuk berangkat ke Sekolah
tercinta yaitu SMA Nusa Dua, salah satu sekolah yang mengalami banyak
perkembangan baik secara fisik maupun kulitas prestasi di daerah Ciputat
Utara. Seperti hari-hari sebelumnya Ari
pun berangkat menuju tempat peraduannya menimba ilmu ditemani oleh teman
sejawatnya yaitu Dika Sukarjono. Teman
satu tingkat dengan Ari yang kerap kali menjadi teman belajar, sahabat,
sekaligus teman curhat bahkan tidak jarang keberadaan mereka berdua, menjadikan
mereka dinilai sebagai adik-kakak atau tepatnya saudara kembar lain bapak lain
ibu.
"ri…bengong ajah luh..ntar kesambet setan nenek 2 looh….."
canda renyah Dika kepada sahabat karibnya.
"aah elu dik..siapa yang
bengong cy..orang lagi ngelamun juga…." Jawab ari sambil menggaruk-garuk
pahanya, karena beberapa minggu terakhir ini Ari sedang menghidap penyakit
urtikaria atau bahasa orang jermannya yah biduran.
"apa bedanya bengong sama ngelamun ri…mereka kan kaya abang
ade…..lagian juga ini masih pagi apa cy yg lu lamunin….atau jgn2 elu lg
ngelamun jorok yeeh…idiiiih jgn2 elu lg bayang2in gua lg ri…..diihh.. awas
ajaah lu….." sahut Dika sambil menatap sinis campur ngeledek ke sohib
karibnya itu.
"ahh elu ngaco ajah dik….kalopun gua ngelamun jorok ngapain juga
gua ngelamunin lanang (laki-laki) emang gua eluh ap dik…dasar ngasal ajah
luh…" sahut ari menanggapi candaan ringan dika.
Sesampainya mereka didepan gerbang sekolah, tiba-tiba saja ada sosok
akhwat (perempuan) yang menghampiri keduanya.
"Assalamu'alaikum Ari….Dika……" sapa andin kakak kelas Ari&
Dika yang saat ini sedang giat-giatnya mempersiapkan diri untuk menempuh ujian
akhir nasional.
"Wa'alaikumussalaam wr wb,
eh ka andin..ada apa yah ka" jawab kompak ari dan dika bak kelompok paduan
suara.
Andin merupakan salah satu siswi terbaik yang dimiliki oleh SMA Nusa Dua. Segudang prestasi akademik maupun non
akademik pernah diraihnya. Andin pernah
menjuarai olimpiade Matematika tingkat Kabupaten Tengerang Barat . Dia juga pernah mewakili SMA Nusa Dua dalam
kejuaraan MTQ tingkat Propinsi Banten dan meraih Juara III. Prestasi tertingginya adalah menjadi salah
satu perwakilan Indonesia dalam rangka pertukaran pelajaran dengan pelajar yang
berasal dari Arab Saudi setelah ia berhasil memenangkan kompetisi membuat Karya
Tulis Ilmiah dalam bahasa Arab yang diadakan oleh Atase Saudi Arabia yang
berada di Indonesia. Hadiah Umroh dan
uang tunai serta piagam pun berhasil diraihnya dalam kompetisi itu termasuk
pertukaran pelajar Indonesia – Arab Saudi.
Andin memang menjadi siswa terbaik di SMA Nusa Dua.
“Ari dan Dika malam sabtu ini g ada agenda penting kan..?” tanya Andin
sambil melepas senyuman khasnya yaitu senyuman durian..manis tapi tak berduri
(alaah ngasal ajah).
“kalo saya malam minggu ini sudah ada janji ka, nganterin ibu kondangan
ke tempat paman yang ada di pondok tomat” jawab dika dengan sungkan, maklum
yang nanya bukan orang biasa.
”nah kalo eluh gmn ri….ri…wooooi……yaaah dia bengong lagi..” lanjut ari
agak kebingungan dengan sifat dan kebiasaan temannya.
“ehh..iya..ka….sa…sa…sa…yaaa tadi pagi subuhnya kesiangan…”sambil
malu-malu dan salah tingkah Ari menjawab pertanyaan dari sang kaka kelas.
“E tt dah neh manusia,
pertanyaannya apa …jawabannya apah…hmhm ka andin tuh gak nanya sholat subuh
elu…tp dia tdi nanya malam sabtu pekan ini kita ada agenda penting apa
enggak…hmhm dasar gendut…kebanyakan gadoin lauk yang berlemak cy…..hehe…”Dika gemas mendengar
jawaban Ari yang agak ngelantur.
“ooh bilang dung dari tadi dik….hmhm..sepertinya malam sabtu ini gak ada
agenda apa-apa ka..paling juga ngelanjutin tugas rutin dari guru seni….nonton
film abah pengen naek haji..hehe” jawab Ari yang baru ajah connect (nyambung)
dengan pertanyaan ka Andin.
“enggak..maaf yah ganggu waktu kalian pagi-pagi,,ka andin Cuma mau
ngajak kalian untuk ikut pengajian rutin MTBA (Majlis Ta’lim Baitul Awwal)..itu
tuh pengajian rutin yang diadakan semenjak alm Ust H. Adek masih ada..sayang
looh kalo gak ngikuut ..itu kan bekal kita untuk menuai masa depan yang paling
abadi kelak di akhirat…benerr gak?” jawab Andin sambil memegang al Qur’an
ditangan kanannya. Sudah menjadi hal
yang masyhur bahwasanya ka Andin, selain pintar juga terkenal santun akhlaknya
serta memiliki perangai yang shalihah.
“iya cy ka bener juga..tapi saya sudah terlanjur menyanggupi janji
dengan ibu untuk mengantarnya kondangan….gmn dunk…” sahut Dika singkat.
“iyah ka…benerrrr..,.beneerrr…ka Andin benerrrr-beneeer cantik
yaaah,,,,” celoteh Ari yang mulai error karna terpana dan tersihir dengan
kecantikan ka Andin.
“waduuh ka mulai ngaco lagi neh orang……wooi jangan ngaco…pagi2 udah
ngawur bae ngomongnya” jawab Dika yang masih saja heran dengan perilaku
sahabatnya.
“ohh maaf..maaf ka..bercanda..bercanda….insya Allah Ari bakal dateng deh
ka..nanti Ari juga bakal ngajak temen-temen yang laen dah ka untuk hadir di
pengajian rutin malam sabtu.” Ari mulai kembali pada jalan yang benar.
“ok..deh kalo gitu..ka Andin duluan yaah..mau ‘dhuha-an’ dulu neh di
Mushalla Syukron yaah….ari…dika…” jawab andin sambil bergegas menuju Mushalla
al Ikhlas.
“syukron juga ka” jawab upin dan ipin..eh maksudnya jawab Dika dan Ari
serempak.
Kala itu raja siang seperti benar-benar ingin menampakkan sinarnya
kepada bumi, hingga hari itu terasa benar-benar dahsyat panasnya. Fatamorgana pun nyaris nampak di Lapangan
Futsal yang ada di SMA Nusa Dua.
Ditambah lagi dengan debu dan asap dari hasil pemugaran dan renovasi
lantai dua dari bangunan sekolah SMA Nusa Dua, maklum kepengurusan periode saat
ini sedang giat-giatnya melakukan pembenahan fisik.
“Ari…ntar siang gua gak bisa balik bareng elu yehh…soalnya gua mau
sparing futsal sama anak SMA Pamulang” ucap dika sambil mengusap peluh keringat
yang terus bercucuran dari hidungnya (itu keringat apa ingus yah hehe).
“iyaa..ndak apo2 dik…santai bae…gua bisa ko naik angkot sendiri…he eh
dik btw minum es kang udan yuk di kantin..tenang ajah ntar gua yang biarin
ko…ayo kemon…puaanas bgt neh hari….” Jawab Ari sambil bercanda.
“hmhmmm suegerrrnya nehhh….es….hmhmh kang udan aye nambah lgi dunk satu
mangkok” pinta Ari seperti sedang kerasukan es…he.
“ri tentang tawaran ka Andin tadi pagi….elu bisa dateng ke Masjid Baitul
Awwal untuk hadir di Pengajian rutin itu gak?” tanya Dika sambil menjilat
sisa-sisa susu yang masih menempel di mangkoknya.
“iyaaahhhhh tergantung…..” sela Ari sambil menerima tambahan mangkok
yang berisi es baru dari kang Udan.
“tergantung apanya ri…”
“tergantung ada konsumsinya apaah enggak…hehe…”
“yeeeh orang gua nanya serius juga…eluh mah hobi banget cy ngawuuur….”
“iya..iya..insya Allah gua bisa
ngikut..lagian udah lama juga gua gak gabung sama anak-anak Masjid…tpi dik kalo
di pikir-pikir, ka Andin itu hebat yaah..dengan prestasi segitu banyaknya..dia
masih sempet loh ngajak kita-kita untuk ikut pengajian rutin di Masjid..padahal
kan aktifitasnya ka Andin udah segunung yeeh,,,udaaah
pinteeer…shalihahh…cantikkkk pula……hmhm…yang jadi suaminya pasti beruntung
banget daah…”ungkap Ari bercampur dengan sedikit lamunan ngaconya.
“iyeh ri..benerr salut juga gua sama ka Andin…dia itu walaupun pintar
secara akademik..namun secara agama ataupun cara dia bermasyarakat juga ga
kalah baiknya..semenjak anggota MTBA banyak yang non aktif..karena sebagian
mereka merit atau karena kesibukan lainnya,,tapi ka Andin masih setia mempertahankan
kayuhan dari perahu dakwah yang sudah dimulai oleh alm Ust H. Adek sejak 10 tahun yang lalu…pasang surut pasti udah ka
Andin rasakan tuuh..hmhm saluut dah gua….ehhh tapi sepertinya yang jadi
suaminya bakalan orang yang sama seperti dia perangainya…karna setau gua orang baik yah Allah takdirkan untuk
orang baik juga ri…yaahhh makaanya kayanya dia gak bakal milih elu dah ri
kayanya,,,he “jawab Ari melanjutnya perbincangan mereka pasca shalat zuhur.
“tetttttttt….tetttttttttttt…..teeeeeeeeettt…..” suara bel keluar yang
khas dari SMA Nusa Dua. Pemandangan yang
hampir tiap hari tersaji di halaman sekolah, kerumunan siswa siswi yang bersiap
bergegas menyongsong berbagai macam aktifitasnya. Berbagai macam tipe muka tersaji disana. Ada yang senyum-senyum sendiri karna habis di
tolak sama cewe yang ditembaknya, ada yang lagi mumet dengan pelajaran yang
tadi diberikan, ada juga yang sumringah karena keinginan atau hajatnya untuk
Boxer (buang aer besar) akan segera terwujud, itu perasaan yang paling
melegakan, pernah kan mengalami hal ini..bulu kita pada merinding, yang ada di
benak kepala dan hati kita pada saat itu adalah pintu WC ditemani oleh gayung
serta ember yang berisi air secukupnya.
Iyalahh pasti,,karna gak kebayang juga kalo kita udah “keceplosan” buang
aer ehh ternyata airnya gak ada..(naahh loo mao cebok pake apa hehe).
“ri..gua tinggal duluan yeeh…ati2 lu jangan sering ngelamun di angkot
ntar di tangkep polisi luh…karena sekarang sering ada razia orang jelek macam
ente ri..haha…dah yeehhh assalamu’alaikummm….”sapa dika sebelum berpisah dengan
sobat karibnya, sambil sedikit berlari menuju temans futsalnya yang lain.
“siip wa’alaikumussalaam…ati2 juga yeh ..mudah2n bisa menang daah….”ari
menjawab salam dari Dika yang sedikit terlihat agak tergesa-gesa.
“duhhh neeh angkot kaga ada yang agak kosong apaah…hmhm malaah panas bgt
lg….”keluh kesah Ari sambil kotak katik Hp esianya (main games biji congklak).
Breeemmmm…breemm…. Suara motor
yang nampaknya hampir tiap hari didengar oleh Ari.
“wooi de..lg nungguin pesawat
dateng yehhhhhh…..” sapa bang Jason yang kebetulan sedang melewati jalan depan
SMA Nusa Dua.
“ehhh bang..kebetulan bgt lu lewat depan sekolah gua…gua bareng
dunkkkkk…..boleeh yak…dritadi angkot penuh semua bg…” pinta Ari sambil memasang
muka melasnya yang gak ngenakin bangeet.
“boleeeh…boleeehh…wanii piroo?” ucap bg Jason dengan gaya cueknya yang
khas.
“elu abis darimana bg..gak biasanya deh lewat sekolah gua?” tanya ari
kepada abangnya yang hari itu terlihat agak kelelahan.
“sebenarnya cy tadi abis dari kampus.ketemu dosen pembimbing
skripsi..terus langsung cabut dehh ke tempatnya Ust Salman di daerah Serpong,
abis ngaji plus setor hafalan al Qur’an” jawab bang Jason sambil tetap fokus
mengendarai Yupiter MX nya. Bang Jason
merupakan mahasiswa tingkat akhir di UAN (Universitas Aalim Negeri ) Jakarta.
“hmhm…abang gua ternyata rajin juga yeeh,,hmhm kenapa gua gak ketularan
yeeeh”gumam Ari didalam hatinya.
“bang..elu mau ikutan ngaji malam sabtu gak dimasjid Baitul Awwal?” ajak
sang adik sambil ngucek-ngucek mata sipitnya.
“huuuh gaya bgt luh de…tumben2 ngajakin gua ngaji…biasanya juga paling
banter elu ngajakin gua maen PS….hmhm kalo gua masih rutin kali ikut ngaji
malam sabtu MTBA di Masjid ..orang gua jdi wakil Ketua Remas (Remaja
Masjid)nya. Tau info ini dari mana luh
de..”tanya balik bang Jason kepada sang adik yang walaupun lelah namun terlihat
masih gembuul.
“dari ka Andin bang…ka Andin itu udah pintar …cantikk…shalehaahh
lagi….hmhm dia mau g yah bg jadi pacar gua…hehe (ngarep.com)” ucap ari sambil
menghayal kecil, maklum salah satu bakat terpendamnya Ari adalah melamun alias
mengkhayal.
“oooh Andiin…iyaah perbaiki ja dulu diri elu..sholat subuh ajah masih
butek lu ri…..hha..ha” ungkap bang Jason sambil tertawa renyah serenyah basreng.
***
Masjid Baitul Awwal malam itu terasa bagaikan sebuah pondok pesantren
yang dihadiri oleh kerumunan para santri.
Remaja/I Masjid yang berdomisili (tinggal) disekitar wilayah masjid pun
mulai berdatangan, maklum karena malam ini merupakan pembukaan kajian rutin MTBA
pasca bulan Ramadhan berlalu. Wajah-wajah
ceria pun nampak diraut temans yang hadir pada saat itu.
“assalamu’alaikum..ehh…Ari Alhamdulillah dateng juga..kemanain ajeh
neeeh…. ada yang kangeen sama kamu ri di Masjid ini?” sapa bang Edi Sutedi,
sosok ketua Remaja Masjid yang sarat dengan pengalaman,, mudah bergaul..dan
cerdas secara rohani maupun intelektual.
Pasca wafatnya alm Ust. H. Adek , maka yang meneruskan perjuangan beliau
sebagai ketua Remaja Masjid adalah bang Edi.
“wa’alaikumussalam wr..et bg Edi…jadi g enak saya…maaf yehh bg…yaah
namanya juga anak muda..hehe..btw siapa yang kangen sama ari bg…hmhm duuh jadi Ge Er neeh…hi “
harap-harap cemas Ari sambil menghayal bahwasanya yang kangen sama dia adalah
ka Andin.
“itu tuh ri…yang kangen sama ente …KARPET MASJID…sama WA INDUN tetangga
sebelah masjid …hehe” jawab bg Edi sembari mempersiapkan sound, Laptop serta
infocus untuk pengajian malam itu.
“gubraaaaaaaaaaaaaakkxxxss…kirain beneran bg…hmhm” hilang lamunan indah
yang ada dibenaknya.
Pengajian malam itu di isi oleh Pemateri dari luar, Ust Jazuli Nawawi
(Caleg dari Partai Kebahagiaan & Sentosa).
Beliau merupakan senior dari bang Edi sewaktu kuliah di Universitas
Islam Imam Muhammad Ibn Suud. Saat ini
Ust Jazuli menjabat sebagai ketua perhimpunan alumni Mahasiswa Indonesia yang
kuliah di Timur Tengah, sekaligus aktif di dunia Pendidikan atau tepatnya
beliau menjadi salah satu pendiri Ma’had Daarul ‘Ilmi di daerah Kampung Sawah.
"Assalamu'alaikum wr wb. Innal hamda lillah..nahmaduhu..wa
nasta'iinuhu wanastaghfiruhuu..wa natuubu ilaih,wa na'uudzubillahi min syuruuri
anfusinaa wamin sayyiaati a'maalina, man yahdillahi falaa mudhilla lah, wa man
yudhlil falaa haadiya lah, asyhadu an laa ilaaha illallah wahdaahu laa syariika
lah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh laa nabiyya ba'dah..amma
ba'du….."pembukaan oleh Ust Jazuli Nawawi dengan fasikhnya karena beliau
memang alumni timur tengah tepatnya Universitas Imam Muhammad Ibn Saud.
"ikhwan fillah, rahimakumullah…beruntunglah bagi orang-orang yang
senantiasa membersihkan diri dan jiwanya,,serta sia-sialah amal orang yang
tidak menghargai dan menyikapi seluruh potensi yang telah Allah berikan
kepadanya..bersyukurlah kita sebagai generasi muda,,masih Allah berikan
kemudahan dalam setiap aktifitas kita khususnya dalam kesempatan kali ini yaitu
mengikuti ta'lim rutin yang di adakan oleh Majlis Ta'lim Baitul Awwal. Luar biasa Allah telah menciptakan kita semua
dan Dia jua-lah yang telah menyempurnakan kita dengan segala macam
asesorisnyya..dan memang sangatlah aneh jika ada ummat Islam sendiri yang
mengaku jasadnya telah islam namun keyakinan akan adanya eksistensi Rabb tidak
terpatri dan menghujam erat di dadanya."ust jazuli nawawi dengan gayanya
yang khas yaitu memegang jenggot lebatnya yang tumbuh subur dan indah
dipandang.
"ikhwanii fillah rahimakumullah..apakah ada jaminan,,kita sebagai
remaja..akan Allah panggil keharibaanNya belakangan,,atau mendapat giliran
paling akhir karena kita masih muda…TIDAAAK ya ikhwan…..Allah telah berfirman
dalam surat al a'raf ayat 34
"وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَاجَاءَ
أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ " yang artinya tiap-tiap ummat mempunyai
batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat
mengundurkannya sedikitpun dan tidak pula dapat memajukannya. Sungguh ya teman-teman,,adik2 ku yang saya
cintai dan muliakan karena Allah SWT kematian atau yang dalam bahasa arabnya
kita kenal sebagai "al Maut" merupakan keniscayaan dan kepastian. Dan setiap yang berjiwa pasti akan merasakan
misteri yang bernama "kematian" itu.
Wahai ikhwan fillah,,yoo mumpung jasad masih di kandung badan,,mumpung
ruh masih bersatu dengan tubuh yang sempurna ini…mari kita segarkan kembali
hati-hati kita dengan senantiasa menghidupkan jiwa-jiwa kita yang selama ini mungkin
telah mati dari mengingat akan kekuasaan dari Rabb yang telah menciptakan
kita..karena dunia ini bukan lah tempat menuai hasil yang
sesungguhnya..melainkan dunia yang kita hidup didalamnya saat ini adalah daarul
imtihaan…daarul ibtilaa atau sebagai tempat ujian. Jika kita berhasil melewati ujian ini dengan
usaha yang maksimal..insya Allah kelak Allah akan memberikan sebaik-baiknya
balasan kepada kita semua. Aamiin ya
rabbal 'alaamiin. " serius ust Jazuli Nawawi yang menyinggung masalah
kematian,,padahal audience yang hadir hampir 100 % terdiri dari kalangan
remaja.
Di sela-sela penyampaian materi yang disampaikan oleh Ust Jazuli Nawawi,
di barisan tengah terlihat ada sosok gempal yang begitu amat khusyuk
mendengarkan siraman rohani atau thausiyah yang diberikan. Tidak seperti biasanya, Ari yang begitu ceria
dan sok tahu serta sering mengkhayal yang engga-engga kini benar-benar menyimak
kajian dengan seksama. Bahkan seketika
ust menyampaikan materi tentang kematian, tanpa sadar Ari meneteskan air mata. Sungguh benar-benar di luar tabiat dan
kebiasaan ia sebelumnya.
"yaa Allah….maafkan hamba …maafkan hamba…mafkan hamba…………."
Gumam dan doa Ari dalam hatinya seraya sesekali menyeka air matanya yang mulai
bercucuran. Ari merasa dirinya selama
ini sangat jauh dengan Rabbnya, sering melalaikan tugas dan kewajibannya
sebagai anak…bahkan untuk hal yang paling wajib sekali pun Ari menganggap
remeh. Seperti sholat lima waktu. Sering kali ia menganggap remeh dan enteng
perkara shalat ini. Bahkan tidak jarang
jua ia meninggalkan rukun islam yang ke dua ini.
"ya Allah berikanlah hidayah Mu kepada hamba..ya Allah berikanlah
hidayah Mu kepada hamba,,jangan pula Engkau matikan hamba dalam keadaan hamba
lalai dari segala perintahMu ya Rabb….ya Allah kabulkanlah doa hamba " Ari
kembali memanjatkan doa, sambil menundukkan mata dan hatinya karena ia merasa
telah menzhalimi dirinya dengan lupa dan lalai terhadap seluruh karunia yang
diberikan oleh Allah kepadanya.
Sinar rembulan malam itu amatlah indah. Cahaya terangnya menghiasi
seluruh sudut masjid Baitul Awwal. Suara
jangkrik pun sayup-sayup terdengar.
Nyamannya hati dengan kondisi malam yang indah beriringan dengan kondisi
hati yang tertata setelah menerima siraman rohani dari ust Jazuli Nawawi malam
itu.
"baik..ikhwanii fillah kiranya itu saja yang dapat kami
sampaikan..mohon maaf jika dari penyampaian yang disampaikan kali ini…ada hal
yang kurang berkenan…semoga Allah memberikan kemudahan dan hidayahNya kepada
kita semua,semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua..semoga kita semua
kelak akan dimasukkan oleh Allah ke dalam SurgaNya tanpa hisab dan tanpa
azab..aamiin ya rabbal 'aalamiin. Ikhwan
fillah mari kita tutup pengajian kita malam ini dengan membaca lafald hamdalah
dan doa kaffaratul majlis…"
pernyataan akhir ust Jazuli Nawawi sekaligus menutup ta'lim rutin malam
itu.
"woii ri….."
"looh elu dik….katanya gak bisa dateng ngaji lu…ko malah ada di
sini sekarang….." jawab ari yang sedikit kaget sambil mengusap air mata
bekas tangisan.
"nyokap gua udahh berangkat duluan dijemput sama tante yang dari
Sawangan..makanya gua bisa ikutan ngaji…orang dari tadi ko gua ikutin
pengajian….Cuma karena agak malu2 yaah gua duduk di belakang deeh…." Jawab
dika sambil minum air mineral yang di sediakan oleh remaja masjid.
"ooh iy iy..baguss dehhh….."
"rii..elu abis nangis y…?"
"ahh enggak koo…ini tadi kelilipan sandal jepit dik…..hehehe…"
tangkis ari.
"iyee ga usah ngeles daah….elu nangis karna denger materi dari ust
yeeh tadi….hmhm materinya baguus bgt yehh ri…duuhh jadi malu neh gua…"
ujar dika yang memang sedari awal menyimak materi kajian juga dengan penuh
khidmat.
"hmhmhmhm…besok kita kudu saling ngingetin yaah
dik….sholat,,,belajar…..n yang len…pokoknya yg bae2 dah……mau g" ucap ari
kepada sobat karibnya,,karena mereka berdua memang sering kali berjamaah untuk
meninggalkan shalat..he
"Siiip janji yeeh…tpi jangan marah lu yeeh kalo gua tegor…..yg
sering ngaco kan elu ri….hehe"
"Siip siip…mantep dah nehh insya Allah" tegas Ari menanggapi
pernyataan dika.
Mereka berdua pun berpelukan erat.
Bagaikan dipsi dengan lala. Dan
malam itu pun menjadi awal bagi mereka dalam mengaruni nikmatnya hidayah dari
kajian semalam yang disampaikan oleh ust Jazuli.
Terima kasih Allah…..terima kasih ya Rasulullah….terima kasih
ibu..ayah.terima kasih ust. H. Adek (alm) …terima kasih MTBA…terima kasih ka
Andin….terima kasih bang Jason…terima kasih dika …….semoga Allah membimbing
kita semua menuju jalanNya.
Langganan:
Postingan (Atom)
