Selasa, 04 Februari 2014


Bahasa Arab (From Arabindo) Sesi 2

اِسْم إِشَارَة
ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)
Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau Kata Sambung.
Pertama, Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:
1) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat: هَذَا (=ini).
Contoh dalam kalimat: هَذَا كِتَابٌ (= ini sebuah buku)
2)
Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh: ذَلِكَ (=itu).
Contoh dalam kalimat: ذَلِكَ كِتَابٌ (= itu sebuah buku)
Bila Isim Isyarah itu menunjuk kepada Isim Muannats maka:
1) هَذَا menjadi: هَذِهِ (=ini). Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ (= ini sebuah majalah)
2) ذَلِكَ menjadi: تِلْكَ (=itu). Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ (= itu sebuah majalah)
Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka:
1) هَذَا menjadi هَذَانِ. Contoh: هَذَانِ كِتَابَانِ (= ini dua buah buku)
2) هَذِهِ menjadi هَتَانِ. Contoh: هَتَانِ مَجَلَّتَانِ (= ini dua buah majalah)
3) ذَلِكَ menjadi ذَانِكَ. Contoh: ذَانِكَ كِتَابَانِ (= itu dua buah buku)
4) تِلْكَ menjadi تَانِكَ. Contoh: تَانِكَ مَجَلَّتَانِ (= itu dua buah majalah)
Sedangkan bila Isim yang ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua):
1) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah tidak berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats, menggunakan: هَذِهِ (=ini) untuk menunjuk yang dekat dan تِلْكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat:
هَذِهِ كُتُبٌ (= ini buku-buku); هَذِهِ مَجَلاَّتٌ (= ini majalah-majalah)تِلْكَ كُتُبٌ (= itu buku-buku); تِلْكَ مَجَلاَّتٌ (= itu majalah-majalah)

2) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats, menggunakan: هَؤُلاَءِ (=ini) untuk menunjuk yang dekat dan أُلَئِكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat:
هَؤُلاَءِ طُلاَّبٌ (= ini siswa-siswa); هَؤُلاَءِ طَالِبَاتٌ (= ini siswi-siswi)أُلَئِكَ طُلاَّبٌ (= itu siswa-siswa); أُلَئِكَ طَالِبَاتٌ (= itu siswi-siswi)
اِسْم مَوْصُوْل
ISIM MAUSHUL (Kata Sambung)
Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung semacam ini diwakili oleh kata: "yang".
Bentuk asal/dasar dari Isim Maushul adalah: الَّذِيْ (=yang). Perhatikan contoh penggunaan Isim Maushul dalam menggabungkan dua kalimat di bawah ini:
Kalimat I
جَاءَ الْمُدَرِّسُ
= datang guru itu
Kalimat II اَلْمُدَرِّسُ يَدْرُسُ الْفِقْهَ = guru itu mengajar Fiqh
Kalimat III جَاءَ الْمُدَرِّسُ الَّذِيْ يَدْرُسُ الْفِقْهَ
= datang guru yang mengajar Fiqh
Kalimat III menghubungkan Kalimat I dan II dengan Isim Maushul: الَّذِيْ
Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Muannats maka: الَّذِيْ menjadi: الَّتِيْ
جَاءَتِ الْمُدَرِّسَةُ الَّتِيْ تَدْرُسُ الْفِقْهَ
= datang guru (pr) yang mengajar Fiqh itu
Bila Isim Maushul itu digunakan untuk Mutsanna (Dual) maka:
1) الَّذِيْ menjadi:  الَّذَانِ sedangkan  الَّتِيْ menjadi:  الَّتَانِ
جَاءَ الْمُدَرِّسَانِ الَّذَانِ يَدْرُسَانِ الْفِقْهَ
= datang dua orang guru (lk) yang mengajar Fiqh itu
جَاءَتِ الْمُدَرِّسَتَانِ الَّتَانِ تَدْرُسَانِ الْفِقْهَ
= datang dua orang guru (pr) yang mengajar Fiqh
Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Jamak maka:
1) الَّذِيْ menjadi:  الَّذِيْنَ sedangkan: الَّتِيْ  menjadi: اللاَّتِيْ/اللاَّئِيْ
جَاءَ الْمُدَرِّسُوْنَ الَّذِيْنَ يَدْرُسُوْنَ الْفِقْهَ
= datang guru-guru (lk) yang mengajar Fiqh itu
جَاءَتِ الْمُدَرِّسَاتُ اللاَّتِيْ يَدْرُسْنَ الْفِقْهَ                = datang guru-guru (pr) yang mengajar Fiqh itu                  

نَكِرَة - مَعْرِفَة
NAKIRAH (Sebarang) - MA'RIFAH (Tertentu)
Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua:
1) ISIM NAKIRAH atau kata benda sebarang atau tak dikenal (tak tentu).
2) ISIM MA'RIFAH atau kata benda dikenal (tertentu).
Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim, biasanya ditandai dengan huruf akhirnya yang bertanwin ( ً  ٍ  ٌ  ). Sedangkan Isim Ma'rifah biasanya ditandai dengan huruf Alif-Lam ( ال ) di awalnya.
Contoh Isim Nakirah: بَيْتٌ  (= sebuah rumah), وَلَدٌ  (= seorang anak)
Contoh Isim Ma'rifah: اَلْبَيْتُ  (= rumah itu), اَلْوَلَدُ (= anak itu)
Coba bandingkan dan perhatikan perbedaan makna dan fungsi antara Isim Nakirah dan Isim Ma'rifah dalam dua buah kalimat di bawah ini:
ذَلِكَ بَيْتٌ. اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ.
= Itu sebuah rumah. Rumah itu baru.
جَاءَ وَلَدٌ. اَلْوَلَدُ مُؤَدِّبٌ.
= Datang seorang anak. Anak itu sopan.
Selain Isim yang berawalan Alif-Lam, yang juga termasuk Isim Ma'rifah adalah:
1. ISIM 'ALAM (Nama). Semua Isim 'Alam termasuk Isim Ma'rifah, meskipun diantara Isim 'Alam tersebut ada yang huruf akhirnya bertanwin.
Contoh:  أَحْمَدُ  (= Ahmad), عَلِيٌّ (= Ali), مَكَّةُ (= Makkah)
2. ISIM DHAMIR (Kata Ganti). Yaitu kata yang mewakili atau menggantikan penyebutan sesuatu atau seseorang atau sekelompok benda/orang.
Contoh: أَنَا  (= aku, saya), نَحْنُ (= kami, kita), هُوَ (= ia, dia)
صِفَة-مَوْصُوْف / مُضَاف-مُضَاف إِلَيْهِ / مُبْتَدَأ-خَبَر
SIFAT - MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati)
MUDHAF - MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk)
MUBTADA' - KHABAR (Subjek dan Predikat)
Berkaitan dengan Nakirah dan Ma'rifah, khususnya penggunaan Alif-Lam di awal kata atau baris Tanwin di akhir kata, ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu kita ketahui perbedaannya dengan baik. Yaitu:
1. SHIFAT ( صِفَة ) dan MAUSHUF ( مَوْصُوْف )Bila rangkaian dua buah Isim atau lebih, semuanya dalam keadaan Nakirah (tanwin) atau semuanya dalam keadaan Ma'rifah (alif-lam) maka kata yang di depan dinamakan Maushuf (yang disifati) sedang yang di belakang adalah Shifat.
بَيْتٌ جَدِيْدٌ
= (sebuah) rumah baru
اَلْبَيْتُ الْجَدِيْدُ
= rumah yang baru
بَيْتٌ كَبِيْرٌ وَاسِعٌ
= (sebuah) rumah besar lagi luas
اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ الْوَاسِعُ
= rumah yang besar lagi luas
2. MUDHAF ( مُضَاف ) dan MUDHAF ILAIH ( مُضَاف إِلَيْه )
Rangkaian dua buah Isim atau lebih, satu kata di depannya dalam keadaan Nakirah (tapi tanpa tanwin) dinamakan Mudhaf sedang kata yang paling belakang adalah Ma'rifah dinamakan Mudhaf Ilaih. Contoh:
بَيْتُ الْمُدَرِّسِ (=buku guru)
بَيْتُ زَيْدٍ (=rumah Zaid) --> Zaid = Isim 'Alam (Ma'rifah)
مِفْتَاحُ بَيْتِ الْمُدَرِّسِ (=kunci rumah guru)
Bila Mudhaf berupa Isim Mutsanna atau Jamak Mudzakkar Salim maka huruf Nun di akhirnya dihilangkan. Perhatikan contoh di bawah ini:
مُسْلِمَا الْجَاوِيِّ (=dua muslim Jawa)  
مُسْلِمُو الْجَاوِيِّ (=muslimin Jawa)  
مُسْلِمَا dari kata مُسْلِمَانِ (=dua orang muslim) --> Mutsannaمُسْلِمُو dari kata مُسْلِمُوْنَ (=orang-orang muslim) --> Jamak Salim
Baik Shifat-Maushuf maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bukanlah merupakan sebuah JUMLAH MUFIDAH (جُمْلَة مُفِيْدَة) atau Kalimat Sempurna. Berikut ini kita akan mempelajari sebuah pola Jumlah Mufidah (Kalimat Sempurna).
3. MUBTADA' ( مُبْتَدَأ ) dan KHABAR ( خَبَر )
Sebuah JUMLAH ISMIYYAH (
جُمْلَة اِسْمِيَّة) atau Kalimat Nominal (kalimat sempurna yang semua katanya adalah Isim), selalu terdiri dari dua bagian kalimat yakni Mubtada' (Subjek) dan Khabar (Predikat). Pada umumnya seluruh Mubtada' dalam keadaan Ma'rifah sedangkan seluruh Khabar (Predikat) dalam keadaan Nakirah. Perhatikan contoh kalimat-kalimat di bawah ini:
Jumlah Ismiyyah Mubtada' Khabar
اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ
(=rumah itu besar)
(=rumah itu)
(=besar)
اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ غَالٌ اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ غَالٌ
(=rumah yang besar itu mahal)
(=rumah yang besar itu)
(=mahal)
بَيْتُ الْكَبِيْرِ جَمِيْلٌ بَيْتُ الْكَبِيْرِ جَمِيْلٌ
(=rumah besar itu indah) (=rumah besar itu) (= indah)
مِفْتَاحُ بَيْتِ الْكَبِيْرِ صَغِيْرٌ مِفْتَاحُ بَيْتِ الْكَبِيْرِ صَغِيْرٌ
(=kunci rumah besar itu kecil) (=kunci rumah besar itu) (=kecil)
Dari contoh kalimat di atas diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Baik Mub
tada' maupun Khabar, bisa terdiri dari satu kata ataupun lebih.
2. Mubtada' pada umumnya selalu dalam keadaan Ma'rifah.
3. Khabar pada umumnya selalu dalam keadaan Nakirah.
4. Mubtada' yang terdiri dari beberapa kata bisa merupakan Shifat-Maushuf (contoh kalimat II) maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih (contoh kalimat III dan IV)

Sebagai penutup, untuk mengingat-ingat perbedaan antara Shifat-Maushuf, Mudhaf-Mudhaf Ilaih dan Mubtada'-Khabar, perhatikanlah perbedaan bentuk dan makna masing-masing pola tersebut dalam kalimat sederhana di bawah ini:
Shifat-Maushuf Mudhaf-Mudhaf Ilaih Mubtada'-Khabar
بَيْتٌ جَدِيْدٌ
بَيْتُ الْجَدِيْدِ
اَلْبَيْتُ جَدِيْدٌ
(sebuah rumah baru)
(rumah baru)
(rumah itu baru)
اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ
بَيْتُ الْكَبِيْرِ
اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ
(rumah yang besar)
(rumah besar)
(rumah itu besar)

Bahasa Arab Dasar (from Arabindo) = Sesi I

أَقْسَامُ الْكَلِمَةُ
PEMBAGIAN KATA
Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:

1. Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".
Contoh: م - س - ج - د
2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut "kata".
Contoh: مَسْجِدٌ (= masjid)
3. Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut "kalimat".
Contoh: أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ (= saya shalat di masjid)
Dalam tata bahasa Arab, "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:
1. ISIM (
اِسْم ) atau "kata benda". Contoh: مَسْجِد (= masjid)
2. FI'IL ( فِعْل ) atau "kata kerja". Contoh: أُصَلِّيْ (= saya shalat)
3. HARF ( حَرْف ) atau "kata tugas". Contoh: فِيْ (= di, dalam)

Penggunaan istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan Isim, Fi'il dan Harf dalam tata bahasa Arab. Namun bisalah dipakai untuk sekadar mendekatkan pengertian.

اِسْم عَلَمُ
ISIM 'ALAM (Kata Benda Nama)
Dalam golongan Isim, ada yang disebut dengan Isim 'Alam yaitu Isim yang merupakan nama dari seseorang atau sesuatu. Di bawah ini beberapa contoh Isim 'Alam (nama), bacalah dengan suara nyaring dan jelas satu persatu:

مُحَمَّد - آدَم - إِدْرِيْس - نُوْح - إِبْرَاهِيْم - إِسْمَاعِيْل - إِسْحَاق - يَعْقُوْب - يُوْسُف - مُوْسَى - سُلَيْمَان - يُوْنُس - عِيْسَى - مَرْيَم - خَدِيْجَة - عَائِشَة - فَاطِمَة - عُمَر - عُثْمَان - جِبْرِيْل - مِيْكَال - لُقْمَان - زَيْد - فِرْعَوْن - قَارُوْن - إِبْلِيْس - عِفْرِيْت - مَكَّة - مَدِيْنَة
مُذَكَّر - مُؤَنَّث

MUDZAKKAR (Laki-laki) - MUANNATS (Perempuan)
Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki) atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan jenis kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan penggolongan secara bahasa saja (untuk benda dan lain-lain).
Contoh Isim Mudzakkar Contoh Isim Muannats
عِيْسَى (= 'Isa) مَرْيَم
(= Maryam)
اِبْنٌ
(= putera)
بِنْتٌ (= puteri)
بَقَرٌ (= sapi jantan) بَقَرَةٌ (= sapi betina)
بَحْرٌ (= laut) رِيْحٌ (= angin)
Dari segi bentuknya, Isim Muannats biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di belakangnya yaitu:
a) Ta Marbuthah ( ة ). Misalnya: فَاطِمَة (=Fathimah), مَدْرَسَة (=sekolah)
b) Alif Maqshurah ( ى ). Misalnya: سَلْمَى (=Salma), حَلْوَى (=manisan)
c) Alif Mamdudah ( اء ). Misalnya: أَسْمَاء (=Asma'),  سَمْرَاء (=pirang)
Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas.
Misalnya: رِيْحٌ (= angin), نَفْسٌ (= jiwa, diri), شَمْسٌ (= matahari)
Bahkan ada pula beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah.
Contoh: حَمْزَة (= Hamzah), طَلْحَة (= Thalhah), مُعَاوِيَة (= Muawiyah)

مُفْرَد - مُثَنَّى - جَمْع
MUFRAD (Tunggal) - MUTSANNA (Dual) - JAMAK
Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:
1) ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
2) ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang jumlahnya dua.
3) ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.
Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf Nun Kasrah ( نِ ), baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:
Mufrad Tarjamah Mutsanna Tarjamah
رَجُلٌ = seorang laki-laki رَجُلاَنِ = dua orang laki-laki
جَنَّةٌ = sebuah kebun جَنَّتَانِ = dua buah kebun
مُسْلِمٌ = seorang muslim مُسْلِمَانِ = dua orang muslim
مُسْلِمَةٌ = seorang muslimah مُسْلِمَتَانِ = dua orang muslimah
Adapun Isim Jamak, dari segi bentuknya terbagi dua macam:
1. JAMAK SALIM ( جمْع سَالِم ) yang bentuknya beraturan:
Mufrad Tarjamah Jamak Tarjamah
اِبْنٌ = seorang putera
بَنُوْنَ
= putera-putera
بِنْتٌ = seorang puteri بَنَاتٌ = puteri-puteri
مُسْلِمٌ = seorang muslim مُسْلِمُوْنَ = muslim-muslim
مُسْلِمَةٌ = seorang muslimah مُسْلِمَاتٌ = muslimah-muslimah
2. JAMAK TAKSIR (جَمْع تَكْسِيْر ) yang bentuknya tidak beraturan:
Mufrad Tarjamah Jamak Tarjamah
رَسُوْلٌ
= seorang rasul رُسُلٌ = rasul-rasul
عَالِمٌ = seorang alim عُلَمَاءُ = orang-orang alim
رَجُلٌ = seorang laki-laki رِجَالٌ = para laki-laki
اِمْرَأَةٌ = seorang perempuan نِسَاءٌ = perempuan-perempuan

Minggu, 02 Februari 2014

trio ganteng

TRIO Ganteng
Ajiz           : "ehh..cape juga yeh abis ngiterin setu gintung….gua kira deket, buset dah ternyata jauh juga yeeh…neh kaki gua ampe pada bengkak…" celoteh ajiz membuka perbincangan ditengah peristirahatan anak masjid yang abis nge-Fogging eh nge- Joging maksudnye.
Algi           :" iyeeh k Ajis bener puegeeel banget,,neh kaki saya juga pada bengkak-bengkak yeeh…kenapa y..padahal saya udah pake sepatu bola yang paling mahal…."sahut algi yang semalem abis ikut kajian rutin malam ahad di Masjid Baitul Ula.
Fajar        :"ettt iya gi…ko pada bengkak-bengkak gitu yeeh…tuh liat ajah tuh pipi sama perut lu tuh juga pada ikutan bengkak juga yaa..iiih sereeem banget deeh…….kaya badut ubur-ubur deh.." ledek fajar sambil nyeruput es jus nya mama opang.
Algi           :"wuuahh parah…..ngatain algi yeh ka Fajar..nanti algi aduin ke kbyu looh…"melas algi sambil pegang-pegang perutnya yang sedikit imut..eh (amit maksudnya)
Fajar        :"aduin ajah sono…lagi elu juga cy jogging pagi malah pake sepatu bola..yah jelas ajah pada bengkak, itu sepatu kan ada spullnya jadi cocok nya cuma buat main dan lari di lapangan rumput laah…sedangkan setu kan kon Blok…hmhm ehh iya kalo lu mau aduin kbyu…aduin ajah sana..mentang-mentang punya ukuran body yang sehati (read :sama) haha" jawab fajar sambil ketawa terbahak-bahak
Ka Bayu  :"assalamu'alaikum fajar, ajiz dan algi….habis pada olah raga yeeh….sehat nehh..olah raga teruus….kayanya tadi singgung ka bayu…ada apa yah?" Tanya kabyu, yang lagi berduaan naek motor sama istri tercinta dan Fatih anak pertamanya.
Fajar        :"wadduuuh…wa..wa'alaikumussalaam warahmatullah…wb eh kabyu,,enggak tadi fajar Cuma lg ngasih tau algi kalo kabyu itu ngajarnya enak,,,hafalan sama kbyu mah cepet…udah gitu kbyu juga bisa main futsal lagi…pokoknya nyenengin banget deh kabyu….he begitu kak….."fajar ngeles sambil garuk-garuk kepala n rambutnya yang acak adul.
Ka Bayu  :"bener begitu jiz..algi…?" Tanya singkat k byu kepada aJiz dan algi.
Ajiz           :"hmhm kayaaanyaa cy……."ragu
Ajiz           :"kayanya cy bener ka……"jawab ajiz sambil menahan sakit karna diem2 si fajar nyubit pantatnya ajiz dari belakang.
Algi           :"hmhmhmh…." Cembetut dan ceming.com
Ka Bayu  :"ya wes dehh kbyu pamit dulu yaah, mau kasih makanan ke ayah nehh…oh yaa Cuma mau bilang..Allah itu Maha mendengar,,okay…assalamua'alaikum…" salam kbyu dengan senyum khasnya.
Fajar        :"aduuh selamet..selamet,,,coba kalo lu bilang jiz,,,bisa di berhentiin deh ngaji di PIB…" sambil usap-usap dada
Ajiz           :"lagian elu punya mulut gak di sekolahin si jar..ngomong asal ajah..bener tuh kata kabyu…kalo pun kbyu tadi bener-bener gak tau..tapi Allah kan pasti denger Jar….bahkan daun yang jatuh dari rantingnya pun Allah tahu….bukan hanya itu..apa yang baru terdetik dihati kita Allah juga tahu Jar…jadi makanya besok ati2 tuh punya mulut……" thausiyah ajiz kepada fajar, semenjak ngaji di Masjid lagi si aaajiz udah banyak perubahan, yang dulunya sering ngambil permen diwarung bayu kaga bayar, sekarang sholatnya getool banget…subhanallah
Algi           :"wuuiih canggih ka Ajiz ngomongnya hebat…algi dukung 1000 %.  Hebat yah ka Ajiz udah ganteng tapi ngerti agama juga..algi jadi pengen kaya ka Ajis aah…." Tutur algi yang lagi nahan skit bengkaknya
Fajar        :"iyaa..iyaa deh gua ngaku salah…lagian kan tadi gua Cuma bercanda…duuh jadi gak enak nehh sama kabyu…tapi kira2 tadi kabyu denger g yah apa yg gua bicarain…." Resah fajar, karena dia memang tahu kalo kbyu itu orangnya agak emosi,,terlebih lgi kalo ngeliat ada hal yang dirasa bermasalah.  Walaupun aslinya kadang dia juga suka bercanda.
Ajiz           :"gmna kabyu kaga denger,,orang dia udah ada daritadi waktu elu berdua lagi pada ngomong..Cuma dia tadi ngasih isyarat k gua untuk diam pura-pura gak tau…." Cerita ajiz kepada fajar
Fajar        :"aduuuh Skak matt dah gua…..hm nasiib nasiib…." Fajar stress
Ajiz           :"udah cy gitu ajah dipermasalahin….tinggal temuin dia nanti zuhur di Masjid terus cerita sejujurnya dan minta maaf deeh..selesai kan perkara..masa kabyu gak maafin cy…"nasihat ajiz kembali kepada sahabatnya.
Algi           :"iyah ka fajar,,nanti algi temenin deeh…."sambung algi
Fajar        :"bae deeh kalo gitu….eh iya sebelum kita balik kita maen tebak-tebakan yukk…gini-gini biar semangat,, kalo gua gak bisa jawab tebakan elu berdua,,nanti gua kasih 100 ribu,,maklum semalem abis dapet dari bang Acoy,,gua abis nemenin dia mancing di Parung..nah kalo lu gak bisa jawab pertanyaan gua, elu Cuma bayar gua seribu deh..gmana deal?" ujar fajar yg langsung ceria lagi begitu tahu ada solusi tentang masalahnya dan ada yang mau nemenin dia ketemu kabyu.
AA            :"okee deal…"jawab mereka berdua kompak
Fajar        :"Negara Negara apa yang sukanya minta-minta terus?"
Algi           :"hmhm mana ada Negara yg minta-minta gitu."
Ajiz           :"tau pertanyaan aneh…."
Akhirnya mereka pun mengeluarkan duit masing-masing seribu rupiah dan langsung diselipkan dikantong si Fajar
Fajar          :"jawabannya adalah Maa Rokok……alias Maroko…hehe"iseng fajar kesenengan.  Bukan soal duitnye, tp fajar puas udah buat ajis n algi kebingungan
Algi             :"sekarang giliran algi yeh ka..soalnya tentang matematika nehh..karna algi di sekolah MTK nya selalu dapet 10.  Siap yaah….siaaap nggak ka Fajar..ka aJiz…?"Tanya algi
Aj & F        :"aaah kelamaan..jgn ngomong mulu entenya..udah cepet kasih pertanyaannya apa…"
Algi             :"oke kalo emang di paksa…gini soalnya….kan ada burung di Pohon 15, terus ditembak 3..sisanya tinggal berapa ayo kak.."
Fajar          :"sisanya tinggal dua..betul kan?"
Algi             :"salah banget..kenapa jawabannya salah tpi ka fajar yakin banget bener yeeh jawabannya..anehh iih…"
Fajar          :"laah terserah gua dunk mau jawab berapa..mulut..mulut gua….wooo…"
Ajiz             :"udah yg merasa waras ngalah ajah..he..jawabannya tinggal nol,,alias g ada sisanya, betul kan?"
Algi             :"yah salah juga..jangan ngaco donk ka..soalnya kan gampang kenapa kalian berdua jawabannya aneh2 cy….15 di kurang 3 itu kan 12 kenapa jadi pade ribet-ribet gitu cy jawabannya…huuhh payaah.."
Ajiz             :"eiit..tunggu dulu doonk….emang ente pernah liat ada burung ditembak,,terus burung yg lainnya diem ajah ditempat gituh nunggu giliran mati..gak ada kan…jadi waktu 3 burung pertama ditembak,,yah brung yang lainnya pada terbang lah melarikan diri..bener kan"
Algi             :"eitt bener juga yah ka ajiz.."sambil pegang perutnya yg imut eh amit-amit itu.
AA              :"okeh sekarang pertanyaan pamungkas khusus buat fajar oke.." mereka berdua pun saling berbisik berkompromi mencari pertanyaan yg paling pas untuk fajar
Setelah mereka berdiskusi selama dua jam (lebay) akhirnya mereka pun sepakat mengajukan pertanyaan pamungkas untuk fajar
AA              :"makanan-makanan apa yang di makan sebanyak-banyaknya tapi kita yang makan gak akan pernah kenyang…ayo tahu gak?"
Fajar          :"makanan yang gak jadi dimakan…betul kan"
Algi             :"salah..salah…"
Fajar          :"makanan dalam mimpi"
Algi             :"salah…salah…"
Ajiz             :"tau gak jar…?"
Fajar          :"oke oke..gua nyerah deh neh duit seratus ribuny rejeki kalian…lagian pertanyaannyaa aneh bgt…"
Algi             :"asyik dehhh..siniii..makasih kaka fajar yg ganteng dan manis tapi Boong"
Fajar          :"eiittt dah bentar dulu dunk..kasih tau dulu gua jawabann yg bener apa,,jgn men tinggal gitu ajah dunk..kaga tanggung jawab amat cy…amat ajah tanggung jawab!"sungut fajar sedikit es mosi
Ajiz             :"bae kalo gitu..ayo gi…"
Mereka berdua pun kembali merogok duit seribuan dikantong celananya.  Dan langsung menaruh di telapak tangan fajar
AA              :"nehh ……kita juga kaga tau jawabannya apa…hAHAAHAAA"tawa ajiz dan algi puas
Ajiz             :"lagian elu gaya bget cy pake maen tebak-tebakan yg ada duitnye..itu kan kaga boleh…haram hukumnye…udah sekarang balikin deeh duit kita yg tadi…..lagian juga duit yang tadi gua kasih, itu kembalian beli terasi buat emak gua dari warung ucokx.."
Algi             :"tau neh ka Fajar suka yg enggak-enggak aj.."
Fajar          :"okeeh dehh..tapi ntar sore abis sholat ashar kita makan bakso pak de yooo..gua yg nraktiir deeh..oke.."
AA              :"naah itu baru asiiik,,,halaaaalll..ya wes kita balik duluuan yoo..assalamualaikum…"
Fajar          :"weiittts bentar..bentar jangan main salam ajeh ente berdua..balikin dulu duit gua yg seratus ribu…..algi..buruan sini jgn di pegangin ajehh…"
Algi             :"ett iyaa yaah..yah maklum namanya juga manusia biasa ..suka lupa kalo udah kena duit tangannya…hehe…neh ka fajar maaf yeeh,,he assalamu'alaikum"
Fajar          :"wa'alaikumussalaam warahmatullah…"

Abu al Fatih




Pantun

PANTUN
Adi makan semangka
Si Udin Makan Belewah
Jangan pernah NGAKU jadi PEMUDA
Kalp gak bisa RAJIN IBADAH

Di TV ada sinetron wiro sableng
Di tonton bareng-bareng di rumah bang Entong
Percuma kita-kita NGAKU GANTENG
Kalo Sholatnya aja Masih BELANG Blentong

Bang Deni pake baju Batik
Mau Pergii ke bajaar beli KEBAB
Percuma juga ada Perempuan CANTIK
Kalo dia maleess bget PAKE JilbaBB

Pak Tarno bawa pacul
Untuk di Kasih ke Pak Hanafi
Kalo kita-kita ini emang Anak GAUL
Maka, kita kudu bisa Jago NGAJii

Makan salak bareng Pak Haji
Makannya jangan sambil tiduran
Kalo udah rajin NGajii
Jangan pernah lupa soal iurannnnn…       he..he
Oleh : Abu al Fatih


TEBAK-TEBAKAN Ngasal.com
Ajiz         :  ehh bocah gua punya tebak-tebakan neeeh….ada yang mau tau gak??
Bocah-bocah :  ahh enggak ah (kompak)
Ajiz         :  oooohh ya udahh (cemiing)
Ari          :  jiee ngambek tuh… ayolahh jiz,,nanti gantengnya LUNTUUUR looh klo ngambeek..
Dika       : iyee..iyeee…udah coba kasih tebak2n jiz ntar kita-kita tebaak deeh….
Ajiz         :  oke..kalo kalian pada maksaAA …!!
Bocah-bocah : (siapa yang maksa..orang kita kasian juga) dalam hati
Ajiz         :  nehh tebakannya…ada yang Tau gak dimana tempat ngumpetnya GAJAH ?
Ari          :  di Balik Pohon gede !
Ajiz         : Salaah…
Dika       :  di Kebon Binatangg laaah…..
Ajiiz        :  masiih SALAH ..udah yeeh nyerah ajaah
Bocah-bocah : ok deeh nyerah ajah….iye iye apa jawabannya..
Ajiz         :  Gajah itu Ngumpetnya di TERMINAL tauu….
Dika       :  idiih gak nyambuung banget cy luhh jiz
Ajiz         :  yeeh..gak nyambung dari mane….sekarang gua Tanya sama eluuh…Lu pernah gak ngeliat Gajah di Terminal ??
Bocah-bocah : yeeh Mana ada Gajah di Terminal…si Ajis maah tebak-tebakannya NGACO pisann euuy..
Ajiz         :  gak pernah kan liat gajah di Terminaal…..Naah berarti dia lagi NGUMPEET….. maka nya elu-elu pada gak ngeliat kan…hehe
Bocah-bocah : hahaha…..





GOmbal.com
Agung   : Sayaang…kamu tahu gak ..apa bedanya Papan Tulis sama KITA ???
Istri        : ahh kamu ada-ada ajah mas tebak2nnya…..
Agung   : kamu tau gak ??
Istri        :  kalo papan tulis itu hitam , kalo kita itu PUTIH…
Agung   : sAALAAAH besar…aku emang putih yang..,tapi kamu kan item bangetttt (ceritanya istrinya k Agung orang sono deeh…hehe)
Istri        :  ahh kamu jahat bangett cy mas…
Agung   :  hehe..iya bercanda ko…eit tapi itu emang fakta kan…hehe… gini looh yang.. kalo Papan Tulis itu,,tulisan yang ada padanya pasti bisa terHAPUS kan….nahh kalo bedanya  KITA…..iyah yaaang kalo KITA…..Cinta yang ada dan melekat diantara hati kita berdua tidak AKAN PERNAH bisa terhapus Oleh cobaan seberat apapun…. kamu akan selalu bersyukur mendapatkan suami seperti aku..sedangkan aku akan selalu bersabar mendapatkan Istri seCANTIK kamu……akan selalu seperti itu sayaang…
Istri        :  iiiiiih…NYEBELIIIIIIINNN…..!!
Agun     : hehe…














PUISI
Lalu lalang kota dengan segala kebisingannya
Asap kendaraan dan debu jalan yang usang
Kerap menjadi teman di segala keadaan
Akan sampai kapan ??

Harga barang yang kian hari kian melonjak
Kebutuhan hidup yang terus melekat
Penat…pekat…pucaat…
Apakah BISA ??

Wakil rakyat yang jadi tauladan Ummat
Tidak jarang berkhianat
S2….S3…..bahkan doctor sekali pun
Mereka tetaplah Manusia..
Jadi..siapa yang SALAH ?

Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat
Bukan manusia yang sering mendapatkan jutaan hujat
Bukan juga manusia yang kerap menghina dan  menghujat
Serta mempertontonkan hal-hal yang sesat
Apakah mereka yang layak menjadi Pemimpin Ummat ??

Jika kita berhasil menahan NAFSU yang selalu dibisikan iblis yang JAHAT
Kemenangan haqiqi pasti akan Kita dapat
Jika diri ini senantiasa diliputi oleh indahnya akhlak
Maka Surga akan menjadi tempat kita kelak

Oleh : Abu al Fatih

Maafkanlah Hamba

MAAFKANLAH HAMBA…
Oleh : Abu al Fatih
Dinginnya sang fajar masih menyelimuti tubuhnya yang gempal.  Walaupun ia memiliki cadangan lemak yang cukup, namun tetap tak bisa menahan dahsyatnya hawa pagi yang menusuk.  Memang semenjak musim hujan tiba, hampir tiap malam Ari merasakan godaan dinginnya fajar yang kian terasa dan berwujud bagai sosok penjaga malam yang membangunkan dirinya tiap fajar tiba. 
"duuh…kenape yaah tiap lagi mimpi enak..selalu terbangun karna hawa dingin ini…hmhm padahal tadi lagi mimpi makan es campurnya kang Udan..hm malah mimpi g bisa diulang lgi…hm nasib….nasiiiib…." oceh Ari sambil melihat HP esia bojot nya (bojot = Jadul).
Gelapnya lampu kamar Ari, meredupkan semangatnya untuk bisa bangun lebih awal, dan panggilan selimut pun menjadi penggoda yang tak kalah dahsyatnya dan tidak jarang cadangan lemak yang dikandung Ari merasa akur dengan tawaran hangatnya selimut itu.  Al hasil ia pun kembali meneruskan khusunya mendengkur alias ngorok
"ri….Ariii…bangun nak…sudah shalat subuh belum??...ri….sudah terang bgt..kamu sudah shalat belum…??ari…?" tanya dan panggil ibu Dinda. 
Sosok ibu yang sangat sabar dalam membesarkan anaknya yang besar (gendut).  Hampir tiap pagi Ibu Dinda melakukan aktifitas yang hampir sama, yaitu membangunkan Ari anak bungsunya, adik dari abang Jason.  Kedua putera ibu Dinda itu memang unik, kadang mereka akur bagaikan sepasang sandal jepit buluk, dan tidak jarang pula mereka bertengkar bagaikan batman dengan joker. 
"bang,,Jason…tolong bangunkan Ari..dari tadi ibu panggil-panggil,,namun nampaknya ia masih tidur…tolong nak,,bangunkan adikmu…sepertinya dia belum shalat subuh??" pinta ibu kepada sang kakak yang memang hampir tiap hari selalu bangun lebih awal dan biasa menunaikan ibadah shalat subuh di Masjid Baitul Awwal, masjid yang lumayan dekat dari rumah Jason.
"kreeeeek……bbuuuurrrrrrr……." Suara yang tidak asing ditelinga ari.
"etttt…apaan cy lu bang..iseng banget ama gua..kaya gak ada kerjaan len ajah cy…..??kan basaaah tau….emang g bisa apa bangunin dengan cara yang lebih sopan,, arif,,,dan bijaksana……" bela ari yang setengah pakaian yang dikenakannya telah basah karena air yang digunakan oleh bang Jason sebagai perlengkapan untuk membangunkan sang adik.
"bodo amat…emang gua pikirin….lagian elu kan udah gede ri..masa untuk sholat subuh ajah masih dibangunin dengan cara gini….elu kan udah baligh…udah ngerti…udah bisa bedain mana kanan mana kiri…udah…………….."ceramah bang Jason kepada adiknya.
 "Udah…udaaaah…udaaaah…..ceramahnya..hmhm males bgt bg gua denger siraman rohani dan siraman aer lu pagi2…,udah gua mau bangun…hm paling juga masih jam 5an…" jawab ketus ari menanggapi tausiyah pagi menjelang siang. 
"haaahhhh jam setengah enam……y ampun….kesiangan lagi dah gua……" ari kaget sambil menggaruk kepalanya yang masih berantakan bagai alang-alang dengan model abstrak. Ari pun langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu dan melakukan shalat subuh.
Ari yang saat ini sedang memakan bangku pendidikan (alias mengenyam pendidikan) tingkat menengah atas, segera bergegas untuk berangkat ke Sekolah tercinta yaitu SMA Nusa Dua, salah satu sekolah yang mengalami banyak perkembangan baik secara fisik maupun kulitas prestasi di daerah Ciputat Utara.  Seperti hari-hari sebelumnya Ari pun berangkat menuju tempat peraduannya menimba ilmu ditemani oleh teman sejawatnya yaitu Dika Sukarjono.  Teman satu tingkat dengan Ari yang kerap kali menjadi teman belajar, sahabat, sekaligus teman curhat bahkan tidak jarang keberadaan mereka berdua, menjadikan mereka dinilai sebagai adik-kakak atau tepatnya saudara kembar lain bapak lain ibu.
"ri…bengong ajah luh..ntar kesambet setan nenek 2 looh….." canda renyah Dika kepada sahabat karibnya.
  "aah elu dik..siapa yang bengong cy..orang lagi ngelamun juga…." Jawab ari sambil menggaruk-garuk pahanya, karena beberapa minggu terakhir ini Ari sedang menghidap penyakit urtikaria atau bahasa orang jermannya yah biduran. 
"apa bedanya bengong sama ngelamun ri…mereka kan kaya abang ade…..lagian juga ini masih pagi apa cy yg lu lamunin….atau jgn2 elu lg ngelamun jorok yeeh…idiiiih jgn2 elu lg bayang2in gua lg ri…..diihh.. awas ajaah lu….." sahut Dika sambil menatap sinis campur ngeledek ke sohib karibnya itu. 
"ahh elu ngaco ajah dik….kalopun gua ngelamun jorok ngapain juga gua ngelamunin lanang (laki-laki) emang gua eluh ap dik…dasar ngasal ajah luh…" sahut ari menanggapi candaan ringan dika.
Sesampainya mereka didepan gerbang sekolah, tiba-tiba saja ada sosok akhwat (perempuan) yang menghampiri keduanya. 
"Assalamu'alaikum Ari….Dika……" sapa andin kakak kelas Ari& Dika yang saat ini sedang giat-giatnya mempersiapkan diri untuk menempuh ujian akhir nasional.
  "Wa'alaikumussalaam wr wb, eh ka andin..ada apa yah ka" jawab kompak ari dan dika bak kelompok paduan suara.
Andin merupakan salah satu siswi terbaik yang dimiliki oleh SMA Nusa Dua.  Segudang prestasi akademik maupun non akademik pernah diraihnya.  Andin pernah menjuarai olimpiade Matematika tingkat Kabupaten Tengerang Barat .  Dia juga pernah mewakili SMA Nusa Dua dalam kejuaraan MTQ tingkat Propinsi Banten dan meraih Juara III.  Prestasi tertingginya adalah menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam rangka pertukaran pelajaran dengan pelajar yang berasal dari Arab Saudi setelah ia berhasil memenangkan kompetisi membuat Karya Tulis Ilmiah dalam bahasa Arab yang diadakan oleh Atase Saudi Arabia yang berada di Indonesia.  Hadiah Umroh dan uang tunai serta piagam pun berhasil diraihnya dalam kompetisi itu termasuk pertukaran pelajar Indonesia – Arab Saudi.  Andin memang menjadi siswa terbaik di SMA Nusa Dua.  
“Ari dan Dika malam sabtu ini g ada agenda penting kan..?” tanya Andin sambil melepas senyuman khasnya yaitu senyuman durian..manis tapi tak berduri (alaah  ngasal ajah).
“kalo saya malam minggu ini sudah ada janji ka, nganterin ibu kondangan ke tempat paman yang ada di pondok tomat” jawab dika dengan sungkan, maklum yang nanya bukan orang biasa.
”nah kalo eluh gmn ri….ri…wooooi……yaaah dia bengong lagi..” lanjut ari agak kebingungan dengan sifat dan kebiasaan temannya.
“ehh..iya..ka….sa…sa…sa…yaaa tadi pagi subuhnya kesiangan…”sambil malu-malu dan salah tingkah Ari menjawab pertanyaan dari sang kaka kelas.
  “E tt dah neh manusia, pertanyaannya apa …jawabannya apah…hmhm ka andin tuh gak nanya sholat subuh elu…tp dia tdi nanya malam sabtu pekan ini kita ada agenda penting apa enggak…hmhm dasar gendut…kebanyakan gadoin lauk yang  berlemak cy…..hehe…”Dika gemas mendengar jawaban Ari yang agak ngelantur. 
“ooh bilang dung dari tadi dik….hmhm..sepertinya malam sabtu ini gak ada agenda apa-apa ka..paling juga ngelanjutin tugas rutin dari guru seni….nonton film abah pengen naek haji..hehe” jawab Ari yang baru ajah connect (nyambung) dengan pertanyaan ka Andin.
“enggak..maaf yah ganggu waktu kalian pagi-pagi,,ka andin Cuma mau ngajak kalian untuk ikut pengajian rutin MTBA (Majlis Ta’lim Baitul Awwal)..itu tuh pengajian rutin yang diadakan semenjak alm Ust H. Adek masih ada..sayang looh kalo gak ngikuut ..itu kan bekal kita untuk menuai masa depan yang paling abadi kelak di akhirat…benerr gak?” jawab Andin sambil memegang al Qur’an ditangan kanannya.  Sudah menjadi hal yang masyhur bahwasanya ka Andin, selain pintar juga terkenal santun akhlaknya serta memiliki perangai yang shalihah.
“iya cy ka bener juga..tapi saya sudah terlanjur menyanggupi janji dengan ibu untuk mengantarnya kondangan….gmn dunk…” sahut Dika singkat.
“iyah ka…benerrrr..,.beneerrr…ka Andin benerrrr-beneeer cantik yaaah,,,,” celoteh Ari yang mulai error karna terpana dan tersihir dengan kecantikan ka Andin. 
“waduuh ka mulai ngaco lagi neh orang……wooi jangan ngaco…pagi2 udah ngawur bae ngomongnya” jawab Dika yang masih saja heran dengan perilaku sahabatnya. 
“ohh maaf..maaf ka..bercanda..bercanda….insya Allah Ari bakal dateng deh ka..nanti Ari juga bakal ngajak temen-temen yang laen dah ka untuk hadir di pengajian rutin malam sabtu.” Ari mulai kembali pada jalan yang benar. 
“ok..deh kalo gitu..ka Andin duluan yaah..mau ‘dhuha-an’ dulu neh di Mushalla Syukron yaah….ari…dika…” jawab andin sambil bergegas menuju Mushalla al Ikhlas.
“syukron juga ka” jawab upin dan ipin..eh maksudnya jawab Dika dan Ari serempak.
Kala itu raja siang seperti benar-benar ingin menampakkan sinarnya kepada bumi, hingga hari itu terasa benar-benar dahsyat panasnya.  Fatamorgana pun nyaris nampak di Lapangan Futsal yang ada di SMA Nusa Dua.  Ditambah lagi dengan debu dan asap dari hasil pemugaran dan renovasi lantai dua dari bangunan sekolah SMA Nusa Dua, maklum kepengurusan periode saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembenahan fisik. 
“Ari…ntar siang gua gak bisa balik bareng elu yehh…soalnya gua mau sparing futsal sama anak SMA Pamulang” ucap dika sambil mengusap peluh keringat yang terus bercucuran dari hidungnya (itu keringat apa ingus yah hehe). 
“iyaa..ndak apo2 dik…santai bae…gua bisa ko naik angkot sendiri…he eh dik btw minum es kang udan yuk di kantin..tenang ajah ntar gua yang biarin ko…ayo kemon…puaanas bgt neh hari….” Jawab Ari sambil bercanda.
“hmhmmm suegerrrnya nehhh….es….hmhmh kang udan aye nambah lgi dunk satu mangkok” pinta Ari seperti sedang kerasukan es…he.
“ri tentang tawaran ka Andin tadi pagi….elu bisa dateng ke Masjid Baitul Awwal untuk hadir di Pengajian rutin itu gak?” tanya Dika sambil menjilat sisa-sisa susu yang masih menempel di mangkoknya. 
“iyaaahhhhh tergantung…..” sela Ari sambil menerima tambahan mangkok yang berisi es baru dari kang Udan. 
“tergantung apanya ri…”
“tergantung ada konsumsinya apaah enggak…hehe…”
“yeeeh orang gua nanya serius juga…eluh mah hobi banget cy ngawuuur….”
 “iya..iya..insya Allah gua bisa ngikut..lagian udah lama juga gua gak gabung sama anak-anak Masjid…tpi dik kalo di pikir-pikir, ka Andin itu hebat yaah..dengan prestasi segitu banyaknya..dia masih sempet loh ngajak kita-kita untuk ikut pengajian rutin di Masjid..padahal kan aktifitasnya ka Andin udah segunung yeeh,,,udaaah pinteeer…shalihahh…cantikkkk pula……hmhm…yang jadi suaminya pasti beruntung banget daah…”ungkap Ari bercampur dengan sedikit lamunan ngaconya.
“iyeh ri..benerr salut juga gua sama ka Andin…dia itu walaupun pintar secara akademik..namun secara agama ataupun cara dia bermasyarakat juga ga kalah baiknya..semenjak anggota MTBA banyak yang non aktif..karena sebagian mereka merit atau karena kesibukan lainnya,,tapi ka Andin masih setia mempertahankan kayuhan dari perahu dakwah yang sudah dimulai oleh alm Ust H. Adek sejak  10 tahun yang lalu…pasang surut pasti udah ka Andin rasakan tuuh..hmhm saluut dah gua….ehhh tapi sepertinya yang jadi suaminya bakalan orang yang sama seperti dia perangainya…karna setau  gua orang baik yah Allah takdirkan untuk orang baik juga ri…yaahhh makaanya kayanya dia gak bakal milih elu dah ri kayanya,,,he “jawab Ari melanjutnya perbincangan mereka pasca shalat zuhur.
“tetttttttt….tetttttttttttt…..teeeeeeeeettt…..” suara bel keluar yang khas dari SMA Nusa Dua.  Pemandangan yang hampir tiap hari tersaji di halaman sekolah, kerumunan siswa siswi yang bersiap bergegas menyongsong berbagai macam aktifitasnya.  Berbagai macam tipe muka tersaji disana.  Ada yang senyum-senyum sendiri karna habis di tolak sama cewe yang ditembaknya, ada yang lagi mumet dengan pelajaran yang tadi diberikan, ada juga yang sumringah karena keinginan atau hajatnya untuk Boxer (buang aer besar) akan segera terwujud, itu perasaan yang paling melegakan, pernah kan mengalami hal ini..bulu kita pada merinding, yang ada di benak kepala dan hati kita pada saat itu adalah pintu WC ditemani oleh gayung serta ember yang berisi air secukupnya.  Iyalahh pasti,,karna gak kebayang juga kalo kita udah “keceplosan” buang aer ehh ternyata airnya gak ada..(naahh loo mao cebok pake apa hehe).
“ri..gua tinggal duluan yeeh…ati2 lu jangan sering ngelamun di angkot ntar di tangkep polisi luh…karena sekarang sering ada razia orang jelek macam ente ri..haha…dah yeehhh assalamu’alaikummm….”sapa dika sebelum berpisah dengan sobat karibnya, sambil sedikit berlari menuju temans futsalnya yang lain. 
“siip wa’alaikumussalaam…ati2 juga yeh ..mudah2n bisa menang daah….”ari menjawab salam dari Dika yang sedikit terlihat agak tergesa-gesa.
“duhhh neeh angkot kaga ada yang agak kosong apaah…hmhm malaah panas bgt lg….”keluh kesah Ari sambil kotak katik Hp esianya (main games biji congklak).
 Breeemmmm…breemm…. Suara motor yang nampaknya hampir tiap hari didengar oleh Ari.
  “wooi de..lg nungguin pesawat dateng yehhhhhh…..” sapa bang Jason yang kebetulan sedang melewati jalan depan SMA Nusa Dua. 
“ehhh bang..kebetulan bgt lu lewat depan sekolah gua…gua bareng dunkkkkk…..boleeh yak…dritadi angkot penuh semua bg…” pinta Ari sambil memasang muka melasnya yang gak ngenakin bangeet.
“boleeeh…boleeehh…wanii piroo?” ucap bg Jason dengan gaya cueknya yang khas. 
“elu abis darimana bg..gak biasanya deh lewat sekolah gua?” tanya ari kepada abangnya yang hari itu terlihat agak kelelahan. 
“sebenarnya cy tadi abis dari kampus.ketemu dosen pembimbing skripsi..terus langsung cabut dehh ke tempatnya Ust Salman di daerah Serpong, abis ngaji plus setor hafalan al Qur’an” jawab bang Jason sambil tetap fokus mengendarai Yupiter MX nya.  Bang Jason merupakan mahasiswa tingkat akhir di UAN (Universitas Aalim Negeri ) Jakarta.  
“hmhm…abang gua ternyata rajin juga yeeh,,hmhm kenapa gua gak ketularan yeeeh”gumam Ari didalam hatinya. 
“bang..elu mau ikutan ngaji malam sabtu gak dimasjid Baitul Awwal?” ajak sang adik sambil ngucek-ngucek mata sipitnya. 
“huuuh gaya bgt luh de…tumben2 ngajakin gua ngaji…biasanya juga paling banter elu ngajakin gua maen PS….hmhm kalo gua masih rutin kali ikut ngaji malam sabtu MTBA di Masjid ..orang gua jdi wakil Ketua Remas (Remaja Masjid)nya.  Tau info ini dari mana luh de..”tanya balik bang Jason kepada sang adik yang walaupun lelah namun terlihat masih gembuul. 
“dari ka Andin bang…ka Andin itu udah pintar …cantikk…shalehaahh lagi….hmhm dia mau g yah bg jadi pacar gua…hehe (ngarep.com)” ucap ari sambil menghayal kecil, maklum salah satu bakat terpendamnya Ari adalah melamun alias mengkhayal. 
“oooh Andiin…iyaah perbaiki ja dulu diri elu..sholat subuh ajah masih butek lu ri…..hha..ha” ungkap bang Jason sambil tertawa renyah serenyah basreng
***
Masjid Baitul Awwal malam itu terasa bagaikan sebuah pondok pesantren yang dihadiri oleh kerumunan para santri.  Remaja/I Masjid yang berdomisili (tinggal) disekitar wilayah masjid pun mulai berdatangan, maklum karena malam ini merupakan pembukaan kajian rutin MTBA pasca bulan Ramadhan berlalu.  Wajah-wajah ceria pun nampak diraut temans yang hadir pada saat itu.
“assalamu’alaikum..ehh…Ari Alhamdulillah dateng juga..kemanain ajeh neeeh…. ada yang kangeen sama kamu ri di Masjid ini?” sapa bang Edi Sutedi, sosok ketua Remaja Masjid yang sarat dengan pengalaman,, mudah bergaul..dan cerdas secara rohani maupun intelektual.  Pasca wafatnya alm Ust. H. Adek , maka yang meneruskan perjuangan beliau sebagai ketua Remaja Masjid adalah bang Edi.
“wa’alaikumussalam wr..et bg Edi…jadi g enak saya…maaf yehh bg…yaah namanya juga anak muda..hehe..btw siapa yang kangen sama  ari bg…hmhm duuh jadi Ge Er neeh…hi “ harap-harap cemas Ari sambil menghayal bahwasanya yang kangen sama dia adalah ka Andin. 
“itu tuh ri…yang kangen sama ente …KARPET MASJID…sama WA INDUN tetangga sebelah masjid …hehe” jawab bg Edi sembari mempersiapkan sound, Laptop serta infocus untuk pengajian malam itu. 
“gubraaaaaaaaaaaaaakkxxxss…kirain beneran bg…hmhm” hilang lamunan indah yang ada dibenaknya. 
Pengajian malam itu di isi oleh Pemateri dari luar, Ust Jazuli Nawawi (Caleg dari Partai Kebahagiaan & Sentosa).  Beliau merupakan senior dari bang Edi sewaktu kuliah di Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Suud.  Saat ini Ust Jazuli menjabat sebagai ketua perhimpunan alumni Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Timur Tengah, sekaligus aktif di dunia Pendidikan atau tepatnya beliau menjadi salah satu pendiri Ma’had Daarul ‘Ilmi di daerah Kampung Sawah.
"Assalamu'alaikum wr wb. Innal hamda lillah..nahmaduhu..wa nasta'iinuhu wanastaghfiruhuu..wa natuubu ilaih,wa na'uudzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a'maalina, man yahdillahi falaa mudhilla lah, wa man yudhlil falaa haadiya lah, asyhadu an laa ilaaha illallah wahdaahu laa syariika lah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh laa nabiyya ba'dah..amma ba'du….."pembukaan oleh Ust Jazuli Nawawi dengan fasikhnya karena beliau memang alumni timur tengah tepatnya Universitas Imam Muhammad Ibn Saud. 
"ikhwan fillah, rahimakumullah…beruntunglah bagi orang-orang yang senantiasa membersihkan diri dan jiwanya,,serta sia-sialah amal orang yang tidak menghargai dan menyikapi seluruh potensi yang telah Allah berikan kepadanya..bersyukurlah kita sebagai generasi muda,,masih Allah berikan kemudahan dalam setiap aktifitas kita khususnya dalam kesempatan kali ini yaitu mengikuti ta'lim rutin yang di adakan oleh Majlis Ta'lim Baitul Awwal.  Luar biasa Allah telah menciptakan kita semua dan Dia jua-lah yang telah menyempurnakan kita dengan segala macam asesorisnyya..dan memang sangatlah aneh jika ada ummat Islam sendiri yang mengaku jasadnya telah islam namun keyakinan akan adanya eksistensi Rabb tidak terpatri dan menghujam erat di dadanya."ust jazuli nawawi dengan gayanya yang khas yaitu memegang jenggot lebatnya yang tumbuh subur dan indah dipandang. 
"ikhwanii fillah rahimakumullah..apakah ada jaminan,,kita sebagai remaja..akan Allah panggil keharibaanNya belakangan,,atau mendapat giliran paling akhir karena kita masih muda…TIDAAAK ya ikhwan…..Allah telah berfirman dalam surat al a'raf ayat 34
"وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَاجَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ  " yang artinya tiap-tiap ummat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sedikitpun dan tidak pula dapat memajukannya.  Sungguh ya teman-teman,,adik2 ku yang saya cintai dan muliakan karena Allah SWT kematian atau yang dalam bahasa arabnya kita kenal sebagai "al Maut" merupakan keniscayaan dan kepastian.  Dan setiap yang berjiwa pasti akan merasakan misteri yang bernama "kematian" itu.  Wahai ikhwan fillah,,yoo mumpung jasad masih di kandung badan,,mumpung ruh masih bersatu dengan tubuh yang sempurna ini…mari kita segarkan kembali hati-hati kita dengan senantiasa menghidupkan jiwa-jiwa kita yang selama ini mungkin telah mati dari mengingat akan kekuasaan dari Rabb yang telah menciptakan kita..karena dunia ini bukan lah tempat menuai hasil yang sesungguhnya..melainkan dunia yang kita hidup didalamnya saat ini adalah daarul imtihaan…daarul ibtilaa atau sebagai tempat ujian.  Jika kita berhasil melewati ujian ini dengan usaha yang maksimal..insya Allah kelak Allah akan memberikan sebaik-baiknya balasan kepada kita semua.  Aamiin ya rabbal 'alaamiin. " serius ust Jazuli Nawawi yang menyinggung masalah kematian,,padahal audience yang hadir hampir 100 % terdiri dari kalangan remaja.
Di sela-sela penyampaian materi yang disampaikan oleh Ust Jazuli Nawawi, di barisan tengah terlihat ada sosok gempal yang begitu amat khusyuk mendengarkan siraman rohani atau thausiyah yang diberikan.  Tidak seperti biasanya, Ari yang begitu ceria dan sok tahu serta sering mengkhayal yang engga-engga kini benar-benar menyimak kajian dengan seksama.  Bahkan seketika ust menyampaikan materi tentang kematian, tanpa sadar Ari meneteskan air mata.  Sungguh benar-benar di luar tabiat dan kebiasaan ia sebelumnya.
"yaa Allah….maafkan hamba …maafkan hamba…mafkan hamba…………." Gumam dan doa Ari dalam hatinya seraya sesekali menyeka air matanya yang mulai bercucuran.  Ari merasa dirinya selama ini sangat jauh dengan Rabbnya, sering melalaikan tugas dan kewajibannya sebagai anak…bahkan untuk hal yang paling wajib sekali pun Ari menganggap remeh.  Seperti sholat lima waktu.  Sering kali ia menganggap remeh dan enteng perkara shalat ini.  Bahkan tidak jarang jua ia meninggalkan rukun islam yang ke dua ini. 
"ya Allah berikanlah hidayah Mu kepada hamba..ya Allah berikanlah hidayah Mu kepada hamba,,jangan pula Engkau matikan hamba dalam keadaan hamba lalai dari segala perintahMu ya Rabb….ya Allah kabulkanlah doa hamba " Ari kembali memanjatkan doa, sambil menundukkan mata dan hatinya karena ia merasa telah menzhalimi dirinya dengan lupa dan lalai terhadap seluruh karunia yang diberikan oleh Allah kepadanya.
Sinar rembulan malam itu amatlah indah. Cahaya terangnya menghiasi seluruh sudut masjid Baitul Awwal.  Suara jangkrik pun sayup-sayup terdengar.  Nyamannya hati dengan kondisi malam yang indah beriringan dengan kondisi hati yang tertata setelah menerima siraman rohani dari ust Jazuli Nawawi malam itu.
"baik..ikhwanii fillah kiranya itu saja yang dapat kami sampaikan..mohon maaf jika dari penyampaian yang disampaikan kali ini…ada hal yang kurang berkenan…semoga Allah memberikan kemudahan dan hidayahNya kepada kita semua,semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua..semoga kita semua kelak akan dimasukkan oleh Allah ke dalam SurgaNya tanpa hisab dan tanpa azab..aamiin ya rabbal 'aalamiin.  Ikhwan fillah mari kita tutup pengajian kita malam ini dengan membaca lafald hamdalah dan doa kaffaratul majlis…"  pernyataan akhir ust Jazuli Nawawi sekaligus menutup ta'lim rutin malam itu.
"woii ri….."
"looh elu dik….katanya gak bisa dateng ngaji lu…ko malah ada di sini sekarang….." jawab ari yang sedikit kaget sambil mengusap air mata bekas tangisan.
"nyokap gua udahh berangkat duluan dijemput sama tante yang dari Sawangan..makanya gua bisa ikutan ngaji…orang dari tadi ko gua ikutin pengajian….Cuma karena agak malu2 yaah gua duduk di belakang deeh…." Jawab dika sambil minum air mineral yang di sediakan oleh remaja masjid.
"ooh iy iy..baguss dehhh….."
"rii..elu abis nangis y…?"
"ahh enggak koo…ini tadi kelilipan sandal jepit dik…..hehehe…" tangkis ari.
"iyee ga usah ngeles daah….elu nangis karna denger materi dari ust yeeh tadi….hmhm materinya baguus bgt yehh ri…duuhh jadi malu neh gua…" ujar dika yang memang sedari awal menyimak materi kajian juga dengan penuh khidmat.
"hmhmhmhm…besok kita kudu saling ngingetin yaah dik….sholat,,,belajar…..n yang len…pokoknya yg bae2 dah……mau g" ucap ari kepada sobat karibnya,,karena mereka berdua memang sering kali berjamaah untuk meninggalkan shalat..he
"Siiip janji yeeh…tpi jangan marah lu yeeh kalo gua tegor…..yg sering ngaco kan elu ri….hehe"
"Siip siip…mantep dah nehh insya Allah" tegas Ari menanggapi pernyataan dika.
Mereka berdua pun berpelukan erat.  Bagaikan dipsi dengan lala.  Dan malam itu pun menjadi awal bagi mereka dalam mengaruni nikmatnya hidayah dari kajian semalam yang disampaikan oleh ust Jazuli. 
Terima kasih Allah…..terima kasih ya Rasulullah….terima kasih ibu..ayah.terima kasih ust. H. Adek (alm) …terima kasih MTBA…terima kasih ka Andin….terima kasih bang Jason…terima kasih dika …….semoga Allah membimbing kita semua menuju jalanNya.