HIDAYAH
Nenek : "sudah lah..jangan lagi kamu berbuat
seperti itu..nenek malu sama keluarga yang
lain dan tetangga.."
Cucu : "udah deh..gak usah sok
tahu..ngajarin,,anak muda..urusin ajah diri sendiri…badan udah bau tanah
juga…pake ceramahin orang lg….."
Nenek :" ya Allah kenapa kamu bicara seperti
itu teguh…ini kan nenek kamu..nenek sayang banget sama kamu…dan nenek g suka
kalo kamu hidup dengan cara seperti itu …..dengan orang yang akhlaknya gak
jelas….nenek ini sudah tua,,mungkin memang benar sebentar lgi nenek akan
meninggalkan dunia yang fana ini,, namun nenek harap sebelum nenek wafat,teguh
bisa jadi sosok yang shalih…yg selalu mendoakan kedua orang tuamu yang memang
sudah meninggalkan kita terlebih dahulu…juga selalu mendoakan nenek tentunya…."
Cucu :" apa minta doain…emang gua ustadz
apa…..ngaco ajah luh..minta ajah didoain sma kiyai….sono.."
Nenek :"Ya…Allah yang Maha Pemberi Ampun…yang
Maha Luas rahmatnya….ampunilah dosa-dosa dan kealfaan hamba…..jadikanlah
penghujung usia hamba sebagai waktu untuk menghapuskan dosa-dosa yang pernah
hamba lakukan….ya Allah yg Maha Penerima Taubat dan Maha Pemberi
Hidayah,,ampunilah segala bentuk kemaksiatan
dan dosa cucu hamba….berikanlah ia hidayahMu ya Rabb….jadikanlah ia sebagai
insan yang kelak akan cinta terhadap al Qur'an dan senantiasa bisa
menjadikannya sebagai pedoman hidup…….ya Allah yang Maha Mengetahui takdir
kami…matikan lah kami dalam keadaan khusnul khatimah…aamiin ya Rabbal
'alaamiin"
***
Keesokan
harinya
Cucu :" hmmmm pala pusing bgt nehh…duuh
semalem tidur jam brp ye gua….hoooohhhh…ne…nenek…..sarapannya udah ada
belum…..et dah lapeer bgt nehh perut…"
Cucu :" iih si nenek neh udah tua
…rupanya udah mulai budeg lg….hm bener2 kebangetan dah…nneeeeeeeeeeeeeekk..mana
sarapannya udah ada belum…"
Teguh pun naik pitam dan berusaha lari menengok apa
yang sedang dilakukan oleh neneknya sehingga ia tidak memenuhi panggilan teguh
untuk menghidangkan sarapan.
Cucu :"hmmhm sholat…….sholat terus neh
nenek-nenek…emang dengan sholat kita bisa hidup kaya apa…hmhm dasar nenek
budeg..
Pagi itu tidak seperti biasanya,,matahari seperti
enggan menampakkan sinarnya..hingga rona gelap pun terpampang di langit. Mendung..pekat dan hitam sepertinya hujan
deras akan menyapa kampung itu.
Cucu :" hhhheeeeh,,,nenek budeg udahan sholatnya
cepet sediain sarapan…..laper neh….hmhm neneeek budeeeeg…cepeeet" sambil
memasuki kamar nenek dan mendorong tubuhnya yang terkulai lemas. Petir keras menggelegar dan memekakkan
telinga. Ternyata nenek teguh sudah
menghadap keharibaan Allah semenjak sujud terakhirnya diwaktu shalat tahajjud
semalam.
Cucu :"waaaaaaahhhhhhhhhh…!!" kaget
teguh sambil memegang kepalanya.
Cucu :"neneek…neeek….bangun,,,neek…nenek
bangun,,,jangan tinggalin teguh sendiri
nek…..neeeeennneeeeeeeeeeeeeeeeeeeekk……"teriak teguh mengundang perhatian
tetangga sekitar.
Warga :"innaa lillahi wa innaa ilaihi
Raaji'uun…teguh yang sabar yah doain nenek…semoga Allah menempatkan nenek pada
tempat peristirahatan yang layak dan semoga seluruh amal ibadah nenek kamu bisa
Allah kabulkan…" hening dan sepi…
Cucu :"neneeek..maafin teguh ne…maaf
nek…..teguh janji mulai saat ini..teguh gak akan lagi melakukan hal yang nenek
gak suka….teguh juga janji mulai saat ini teguh gak akan lagi berani ninggalin
sholat,,,neneeeeeeeeeeeekk…sksksssk..hiks…ya Allah maafkanlah segala kesalahan
dan kebejatan hamba…..berikanlah hidayahmu kepada hamba ya Rabb………"
Wahai sahabat Katib yang dimuliakan Allah , kisah diatas memberikan kita
tentang beberapa pelajaran. Pelajaran
besar yang bisa kita ambil adalah berkenaan dengan Hidayah atau petunjuk
Allah. Masing-masing kita tentu telah
mengetahui apa yang dimaksud dengan petunjuk dan fungsinya. Layaknya sebuah peta, ia yang akan membimbing
kita untuk mecapai lokasi yang akan kita tuju.
Peta juga bisa menjadi pegangan bagi kita agar kita tidak mudah tersesat. Begitu pula dengan hidayah Rabbil
'aalamiin. Pada dasarnya kita sebagai
seorang muslim harus bersyukur dengan keislaman kita, karena kita telah Allah
takdirkan sebagai seorang manusia yang terlahir dari rahim seorang ibu yang
memeluk agama Islam. Islam merupakan
agama yang sempurna. Sebagaimana
firmannya dalam surat al Maaidah ayat 3 yang artinya ……Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan
telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu …….. Islam adalah hidayah besar yang sebenarnya
telah kita gapai. Namun, tidak berhenti
sampai sebatas Islam atau muslim saja, karena kita juga kerap melihat banyak
orang islam yang masih melakukan berbagai macam bentuk kejahatan. Kesemuanya itu bukanlah dikarenakan factor
dari ajaran Islam itu sendiri, karena agama Islam merupakan ajaran yang paling
sempurna, oleh karenanya tidak mungkin ajaran yang sempurna itu mengajarkan
sedikit pun dan sekecil apapun keburukan, karena memang islam adalah agama
Illahi yang Maha baik dan disebarkan oleh manusia terbaik tauladan ummat yaitu
Nabi Muhammad SAW.
Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa memupuk kualitas keislaman
kita. Tidak hanya meng-upgrade
(meningkatkan) ilmu-ilmu duniawiyah, namun kita juga haru tetap focus menggali
dan memperdalam keislaman, dengan harapan kita bisa menjadi manusia yang
memiliki keimanan yang sempurna. Agama
Islam itu memiliki ajaran utama dan dasar yaitu tauhid,
mengesakan Allah dalam bentuk keyakinan dan peribadatan. Adalah kezhaliman yang amat besar jika
seorang hamba berani menduakan keberadaan Rabbnya. Dari segi keyakinan misalnya, jika seseorang
yakin bahwasanya ada kekuatan yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kekuatan
Ilaahi Rabbi maka sesungguhnya ia telah menyediakan tempat kembali yang buruk
di sisi Rabbnya. Atau dari segi
peribadatan atau ketundukkan, kita melakukan ibadah yang tidak ada dasarnya
dari Rasulullah, atau bahkan yang lebih ekstrim kita juga beribadah kepada
selain Allah, maka kita telah menjual hidayah dengan kesesatan, dan hal tersbut
merupakan jual beli yang amat sangat merugikan.
Sebagaimana wahyu yang terdapat dalam al Qur'an surat al Baqarah ayat 16
yang artinya Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk,
maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk
.
Seperti itulah ajaran inti islam, belum lagi dari segi social
masyarakat. Islam merupakan agama yang sangat sempurna. Bahkan tidak jarang kita temukan, beberapa ibadah
yang jika seseorang tidak melakukannya dengan sempurna maka sangsinya adalah
sangsi yang bersifat social kemasyarakatan.
Seperti orang yang tidak berpuasa karena sudah lanjut usia,maka Allah
mewajibkan baginya untuk memberikan fidyah (memberi makan kepada orang miskin. Dan masih banyak lagi hal yang mungkin belum
kita ketahui secara maksimal. Termasuk
didalamnya adalah rumusan hidup yang terdapat dalam al Qur'an, rumus tentang
kehidupan, kebahagiaan, keselamatan semuanya Allah terangkan secara gamblang
dalam al Qur'an.
Islam merupakan hidayah besar yang sifatnya adalah general atau
umum. Adapun hidayah secara details atau
terperinci bisa kita peroleh dari al Qur'an dan al Hadits. Sungguh, tidak ada cara lain untuk menggapai
hidayah rinci ini terkecuali dengan cara kita mempelajari seluruh ilmu yang
terkait dengan kedua hal tersebut. Coba
kita renungkan sejenak, dewasa ini, orang tua lebih nyaman untuk memberikan les atau kursus ilmu-ilmu
yang bersifat duniawiyah saja. Bahasa
Inggris, Komputer, Menyanyi, Melukis dsb menjadi bagian yang hampir jadi
menjadi suatu kewajiban bagi mereka. Hal
lain yang luput menjadi perhatian bagi kita adalah manakala kita menyekolahkan
anak kita, yang menjadi orientasi atau tujuan utama menyekolahkan anak hanya
untuk sekedar agar anak kita mendapatkan kerjaan yang mapan, bisa menghasilkan
dan memberikan harta yang banyak untuk orang tua kita, bekerja di kantoran
dengan kerjaan yang nyaman, namun kita sering luput menanamkan tujuan menuntut
ilmu yang paling mulia yaitu mencari ridhonya dan selamat dunia akhirat dengan
menanamkan bekal tauhid yang mapan kepada generasi penerus kita. Bukankah keselamatan dunia dan akhirat itu
lebih mahal dari segalanya. Masalah ini
sebenarnya sederhana, namun karena kita sebagai manusia Allah anugerahkan dua
buah sifat yaitu fujur dan taqwa, sebagaimana telah Allah jelaskan dalam surat
as Syams ayat 8 yang artinya maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan)
kefasikan dan ketakwaannya dan
karena iman itu sifatnya terkadang naik dan terkadang turun, maka kita
diperintahkan Allah untuk bisa istiqamah dalam rangkaian usaha menyempurnakan
keimanan kita kepadaNya.
Sahabat Katib yang dimuliakan oleh Allah, sebagai remaja muslim sudah
seyogyanya kita memiliki militansi dalam memperjuangkan dan menggapai hidayah
dari Allah SWT, karena memang pada hakikatnya hidayah Allah itu haruslah
dicari, kita tidak bisa berpangku tangan dan berpasrah ria menunggu taqdir
dariNya. Lagi-lagi karena kita sebagai
manusia, Allah ciptakan dalam keadaan yang lemah, oleh karenanya kita harus
menyelimuti kelemahan yang ada pada diri ini dengan menuntut ilmu
sebanyak-banyaknya. Dan utamakanlah ilmu yang memang berfaedah kepada kita
dalam rangka mencari ridhanya. Kenapa
hidayah harus dicari, karena sungguh jika seseorang hidup tanpa hidayah maka ia
akan tersesat dengan kesesatan yang nyata.
Apakah kita ingin dipersamakan dengan orang nasrani, yang menganggap
Tuhan itu lebih dari 1 , bahkan ada Tuhan Bapak, Tuhan Ibu dan Tuhan Anak. Mereka menjadikan manusia sebagai Tuhan
mereka, hal itu adalah kesesatan yang amat nyata. Oleh karenanya kita diperintah oleh Allah
untuk selalu beribadah dan berdoa kepadanNya.
Dalam surat yang pasti kita hafal yaitu Surat al Fatihah ayat 6-7 ,
Allah berfirman "Tunjukilah kami
jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat
kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka
yang sesat " . Banyak sekali
hal yang harus kita perbaiki dalam hidup ini, dan pastinya begitu banyak
harapan dan cita serta asa dalam hidup kita.
Namun apakah ada terpatri di hati kita, keinginan untuk selamat dan
bahagia dunia akhirat. Jika belum,
tanamkan itu dari sekarang. Dimulai dari
hal yang paling sederhana, dimulai dari perbaikan diri sendiri, dan dimulai
dari saat ini pula. Lemahnya kita bukan
berarti sudah tertutup jalan kebaikan bagi kita, bahkan kita harus selalu
meyakini bahwa Allah merupakan Rabb yang memiliki ampunan yang sangat luas dan
Allah jualah Maha Penerima Taubat. Jika
kita sadar masih banyak kekurangan dan kesalahan dari jiwa yang fana ini, maka
bersegeralah menuju ampunannya sebagaimana dalam ayat yang difirmankannya
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa" (QS ali 'Imran :133).
Sahabat Katib yang tercinta, selama jasad ini masih dikandung badan, dan
nafas belum sampai tenggorokan, pintu taubat akan selalu Allah buka dengan
seluas-luasnya. Apakah kita harus
menunggu seperti kisah diatas, sampai orang-orang yang kita cintai mendahului
kita, sampai orang-orang yang berjasa kepada kita hilang termakan usia dan
takdirNya, atau bahkan kita menunggu jasad yang lemah dan hina ini dihinakan
oleh Allah dengan Penyakit Kronis yang kecil kemungkinan untuk pulih darinya,
baru kita bisa mendekat dengan diriNya.
Sahabats, penyesalan itu tidak pernah menyapa kita diawal perjumpaan
namun ia selalu datang belakangan.
Harapan itu masih ada, selama kita memang menyadari bahwa diri kita,
tanpa bantuan dan hidayahNya adalah tidak berarti apa-apa, padahal selama ini
kita telah hafal dan mengerti bahwa manusia yang terbaik adalah manusia yang
memiliki banyak manfaat bagi manusia lainnya.
So, apa yang harus kita lakukan sahabat.
Tunduk dan renungkan hati kita, kita akan tahu jawabannya.
Nasihat pribadi untuk diri & keluarga : Abu al Fatih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar