Minggu, 02 Februari 2014

Hidayah

HIDAYAH
Nenek    : "sudah lah..jangan lagi kamu berbuat seperti itu..nenek malu sama keluarga yang  lain dan tetangga.."
Cucu        : "udah deh..gak usah sok tahu..ngajarin,,anak muda..urusin ajah diri sendiri…badan udah bau tanah juga…pake ceramahin orang lg….."
Nenek    :" ya Allah kenapa kamu bicara seperti itu teguh…ini kan nenek kamu..nenek sayang banget sama kamu…dan nenek g suka kalo kamu hidup dengan cara seperti itu …..dengan orang yang akhlaknya gak jelas….nenek ini sudah tua,,mungkin memang benar sebentar lgi nenek akan meninggalkan dunia yang fana ini,, namun nenek harap sebelum nenek wafat,teguh bisa jadi sosok yang shalih…yg selalu mendoakan kedua orang tuamu yang memang sudah meninggalkan kita terlebih dahulu…juga selalu mendoakan nenek tentunya…."
Cucu        :" apa minta doain…emang gua ustadz apa…..ngaco ajah luh..minta ajah didoain sma kiyai….sono.."
Nenek    :"Ya…Allah yang Maha Pemberi Ampun…yang Maha Luas rahmatnya….ampunilah dosa-dosa dan kealfaan hamba…..jadikanlah penghujung usia hamba sebagai waktu untuk menghapuskan dosa-dosa yang pernah hamba lakukan….ya Allah yg Maha Penerima Taubat dan Maha Pemberi Hidayah,,ampunilah segala bentuk kemaksiatan  dan dosa cucu hamba….berikanlah ia hidayahMu ya Rabb….jadikanlah ia sebagai insan yang kelak akan cinta terhadap al Qur'an dan senantiasa bisa menjadikannya sebagai pedoman hidup…….ya Allah yang Maha Mengetahui takdir kami…matikan lah kami dalam keadaan khusnul khatimah…aamiin ya Rabbal 'alaamiin"
***
Keesokan harinya
Cucu        :" hmmmm pala pusing bgt nehh…duuh semalem tidur jam brp ye gua….hoooohhhh…ne…nenek…..sarapannya udah ada belum…..et dah lapeer bgt nehh perut…"
Cucu        :" iih si nenek neh udah tua …rupanya udah mulai budeg lg….hm bener2 kebangetan dah…nneeeeeeeeeeeeeekk..mana sarapannya udah ada belum…"
                  Teguh pun naik pitam dan berusaha lari menengok apa yang sedang dilakukan oleh neneknya sehingga ia tidak memenuhi panggilan teguh untuk menghidangkan sarapan.
Cucu        :"hmmhm sholat…….sholat terus neh nenek-nenek…emang dengan sholat kita bisa hidup kaya apa…hmhm dasar nenek budeg..
                  Pagi itu tidak seperti biasanya,,matahari seperti enggan menampakkan sinarnya..hingga rona gelap pun terpampang di langit.  Mendung..pekat dan hitam sepertinya hujan deras akan menyapa kampung itu.
Cucu        :" hhhheeeeh,,,nenek budeg udahan sholatnya cepet sediain sarapan…..laper neh….hmhm neneeek budeeeeg…cepeeet" sambil memasuki kamar nenek dan mendorong tubuhnya yang terkulai lemas.  Petir keras menggelegar dan memekakkan telinga.  Ternyata nenek teguh sudah menghadap keharibaan Allah semenjak sujud terakhirnya diwaktu shalat tahajjud semalam.
Cucu        :"waaaaaaahhhhhhhhhh…!!" kaget teguh sambil memegang kepalanya.
Cucu        :"neneek…neeek….bangun,,,neek…nenek bangun,,,jangan tinggalin teguh sendiri nek…..neeeeennneeeeeeeeeeeeeeeeeeeekk……"teriak teguh mengundang perhatian tetangga sekitar.
Warga     :"innaa lillahi wa innaa ilaihi Raaji'uun…teguh yang sabar yah doain nenek…semoga Allah menempatkan nenek pada tempat peristirahatan yang layak dan semoga seluruh amal ibadah nenek kamu bisa Allah kabulkan…" hening dan sepi…
Cucu        :"neneeek..maafin teguh ne…maaf nek…..teguh janji mulai saat ini..teguh gak akan lagi melakukan hal yang nenek gak suka….teguh juga janji mulai saat ini teguh gak akan lagi berani ninggalin sholat,,,neneeeeeeeeeeeekk…sksksssk..hiks…ya Allah maafkanlah segala kesalahan dan kebejatan hamba…..berikanlah hidayahmu kepada hamba ya Rabb………"
Wahai sahabat Katib yang dimuliakan Allah , kisah diatas memberikan kita tentang beberapa pelajaran.  Pelajaran besar yang bisa kita ambil adalah berkenaan dengan Hidayah atau petunjuk Allah.  Masing-masing kita tentu telah mengetahui apa yang dimaksud dengan petunjuk dan fungsinya.  Layaknya sebuah peta, ia yang akan membimbing kita untuk mecapai lokasi yang akan kita tuju.  Peta juga bisa menjadi pegangan bagi kita agar kita tidak mudah tersesat.  Begitu pula dengan hidayah Rabbil 'aalamiin.  Pada dasarnya kita sebagai seorang muslim harus bersyukur dengan keislaman kita, karena kita telah Allah takdirkan sebagai seorang manusia yang terlahir dari rahim seorang ibu yang memeluk agama Islam.  Islam merupakan agama yang sempurna.  Sebagaimana firmannya dalam surat al Maaidah ayat 3 yang artinya ……Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu ……..  Islam adalah hidayah besar yang sebenarnya telah kita gapai.  Namun, tidak berhenti sampai sebatas Islam atau muslim saja, karena kita juga kerap melihat banyak orang islam yang masih melakukan berbagai macam bentuk kejahatan.  Kesemuanya itu bukanlah dikarenakan factor dari ajaran Islam itu sendiri, karena agama Islam merupakan ajaran yang paling sempurna, oleh karenanya tidak mungkin ajaran yang sempurna itu mengajarkan sedikit pun dan sekecil apapun keburukan, karena memang islam adalah agama Illahi yang Maha baik dan disebarkan oleh manusia terbaik tauladan ummat yaitu Nabi Muhammad SAW. 
Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa memupuk kualitas keislaman kita.  Tidak hanya meng-upgrade (meningkatkan) ilmu-ilmu duniawiyah, namun kita juga haru tetap focus menggali dan memperdalam keislaman, dengan harapan kita bisa menjadi manusia yang memiliki keimanan yang sempurna.  Agama Islam itu memiliki ajaran utama dan dasar yaitu  tauhid,  mengesakan Allah dalam bentuk keyakinan dan peribadatan.  Adalah kezhaliman yang amat besar jika seorang hamba berani menduakan keberadaan Rabbnya.  Dari segi keyakinan misalnya, jika seseorang yakin bahwasanya ada kekuatan yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kekuatan Ilaahi Rabbi maka sesungguhnya ia telah menyediakan tempat kembali yang buruk di sisi Rabbnya.  Atau dari segi peribadatan atau ketundukkan, kita melakukan ibadah yang tidak ada dasarnya dari Rasulullah, atau bahkan yang lebih ekstrim kita juga beribadah kepada selain Allah, maka kita telah menjual hidayah dengan kesesatan, dan hal tersbut merupakan jual beli yang amat sangat merugikan.  Sebagaimana wahyu yang terdapat dalam al Qur'an surat al Baqarah ayat 16 yang artinya Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk
Seperti itulah ajaran inti islam, belum lagi dari segi social masyarakat. Islam merupakan agama yang sangat sempurna.  Bahkan tidak jarang kita temukan, beberapa ibadah yang jika seseorang tidak melakukannya dengan sempurna maka sangsinya adalah sangsi yang bersifat social kemasyarakatan.  Seperti orang yang tidak berpuasa karena sudah lanjut usia,maka Allah mewajibkan baginya untuk memberikan fidyah (memberi makan kepada orang miskin.  Dan masih banyak lagi hal yang mungkin belum kita ketahui secara maksimal.  Termasuk didalamnya adalah rumusan hidup yang terdapat dalam al Qur'an, rumus tentang kehidupan, kebahagiaan, keselamatan semuanya Allah terangkan secara gamblang dalam al Qur'an.
Islam merupakan hidayah besar yang sifatnya adalah general atau umum.  Adapun hidayah secara details atau terperinci bisa kita peroleh dari al Qur'an dan al Hadits.  Sungguh, tidak ada cara lain untuk menggapai hidayah rinci ini terkecuali dengan cara kita mempelajari seluruh ilmu yang terkait dengan kedua hal tersebut.  Coba kita renungkan sejenak, dewasa ini, orang tua lebih nyaman  untuk memberikan les atau kursus ilmu-ilmu yang bersifat duniawiyah saja.  Bahasa Inggris, Komputer, Menyanyi, Melukis dsb menjadi bagian yang hampir jadi menjadi suatu kewajiban bagi mereka.  Hal lain yang luput menjadi perhatian bagi kita adalah manakala kita menyekolahkan anak kita, yang menjadi orientasi atau tujuan utama menyekolahkan anak hanya untuk sekedar agar anak kita mendapatkan kerjaan yang mapan, bisa menghasilkan dan memberikan harta yang banyak untuk orang tua kita, bekerja di kantoran dengan kerjaan yang nyaman, namun kita sering luput menanamkan tujuan menuntut ilmu yang paling mulia yaitu mencari ridhonya dan selamat dunia akhirat dengan menanamkan bekal tauhid yang mapan kepada generasi penerus kita.  Bukankah keselamatan dunia dan akhirat itu lebih mahal dari segalanya.  Masalah ini sebenarnya sederhana, namun karena kita sebagai manusia Allah anugerahkan dua buah sifat yaitu fujur dan taqwa, sebagaimana telah Allah jelaskan dalam surat as Syams ayat 8 yang artinya maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya  dan karena iman itu sifatnya terkadang naik dan terkadang turun, maka kita diperintahkan Allah untuk bisa istiqamah dalam rangkaian usaha menyempurnakan keimanan kita kepadaNya. 
Sahabat Katib yang dimuliakan oleh Allah, sebagai remaja muslim sudah seyogyanya kita memiliki militansi dalam memperjuangkan dan menggapai hidayah dari Allah SWT, karena memang pada hakikatnya hidayah Allah itu haruslah dicari, kita tidak bisa berpangku tangan dan berpasrah ria menunggu taqdir dariNya.  Lagi-lagi karena kita sebagai manusia, Allah ciptakan dalam keadaan yang lemah, oleh karenanya kita harus menyelimuti kelemahan yang ada pada diri ini dengan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Dan utamakanlah ilmu yang memang berfaedah kepada kita dalam rangka mencari ridhanya.  Kenapa hidayah harus dicari, karena sungguh jika seseorang hidup tanpa hidayah maka ia akan tersesat dengan kesesatan yang nyata.  Apakah kita ingin dipersamakan dengan orang nasrani, yang menganggap Tuhan itu lebih dari 1 , bahkan ada Tuhan Bapak, Tuhan Ibu dan Tuhan Anak.  Mereka menjadikan manusia sebagai Tuhan mereka, hal itu adalah kesesatan yang amat nyata.  Oleh karenanya kita diperintah oleh Allah untuk selalu beribadah dan berdoa kepadanNya.  Dalam surat yang pasti kita hafal yaitu Surat al Fatihah ayat 6-7 , Allah berfirman "Tunjukilah  kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat " .  Banyak sekali hal yang harus kita perbaiki dalam hidup ini, dan pastinya begitu banyak harapan dan cita serta asa dalam hidup kita.  Namun apakah ada terpatri di hati kita, keinginan untuk selamat dan bahagia dunia akhirat.  Jika belum, tanamkan itu dari sekarang.  Dimulai dari hal yang paling sederhana, dimulai dari perbaikan diri sendiri, dan dimulai dari saat ini pula.  Lemahnya kita bukan berarti sudah tertutup jalan kebaikan bagi kita, bahkan kita harus selalu meyakini bahwa Allah merupakan Rabb yang memiliki ampunan yang sangat luas dan Allah jualah Maha Penerima Taubat.  Jika kita sadar masih banyak kekurangan dan kesalahan dari jiwa yang fana ini, maka bersegeralah menuju ampunannya sebagaimana dalam ayat yang difirmankannya "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa" (QS ali 'Imran :133). 
Sahabat Katib yang tercinta, selama jasad ini masih dikandung badan, dan nafas belum sampai tenggorokan, pintu taubat akan selalu Allah buka dengan seluas-luasnya.  Apakah kita harus menunggu seperti kisah diatas, sampai orang-orang yang kita cintai mendahului kita, sampai orang-orang yang berjasa kepada kita hilang termakan usia dan takdirNya, atau bahkan kita menunggu jasad yang lemah dan hina ini dihinakan oleh Allah dengan Penyakit Kronis yang kecil kemungkinan untuk pulih darinya, baru kita bisa mendekat dengan diriNya.  Sahabats, penyesalan itu tidak pernah menyapa kita diawal perjumpaan namun ia selalu datang belakangan.  Harapan itu masih ada, selama kita memang menyadari bahwa diri kita, tanpa bantuan dan hidayahNya adalah tidak berarti apa-apa, padahal selama ini kita telah hafal dan mengerti bahwa manusia yang terbaik adalah manusia yang memiliki banyak manfaat bagi manusia lainnya.  So, apa yang harus kita lakukan sahabat.  Tunduk dan renungkan hati kita, kita akan tahu jawabannya.  

Nasihat pribadi untuk diri  & keluarga : Abu al Fatih



Tidak ada komentar:

Posting Komentar