Bunga
Cerahnya mentari pagi, menambah sejuk dan nyamannya suasana hati Bunga
yang kala itu memang sedang berbunga-bunga.
Kicauan burung yang merdu menjadi teman lamunannya pagi itu. Maklum saja, Bunga baru saja mengalami
perasaan yang sebelumnya memang belum pernah ia rasakan. Bibirnya pun kian lama mengering, karena
senyumannya yang tak pernah ia lepas sepanjang pagi itu.
"hey bunga…kamu kenapa senyum-senyum sendiri terus dari tadi..ibu
perhatikan sebelum ibu masak di dapur, pada saat ibu rampung menyediakan lauk
di meja makan, sampai dengan detik ini, kamu senyum terus kaya orang bener
ajahhh cy kamu…ada apa…kalo ada berita bahagia mbok yahh dikabari ke ibu
dunk" Tanya Ibu Ani penasaran tentang perangai anaknya yang belakangan ini
sedikit berbeda dari sebelumnya.
Bunga pun dengan sedikit terkejut menjawab pertanyaan Ibu Ani. "ehh
Ibu…aku gak kenapa2 bu..Ibu ajah kali yang lagi aneh…emang kenapa cy bu…anak
ibu yang imutz ini makin keliatan cuantiiq yaaah….siapa dulu dunk
ibunya…hehe.."
"yeeh ditanya serius malah ngeledekin ibu..kamu sadar gak..bibir
kamu pada kering tuh karena sedari tadi udah mesem-mesem sendiri..kaya orang
yang besok mau dinikahin ajah…." Ledek ibu kepada Bunga yang memang bisa
dibilang masih ABB (Anak Baru Baligh…he).
"masa cy bu…ahhh ibu suka lebaay neeh…bibir aku emang begini kali
bu..pecah-pecah manis gituu deeh…"canda Bunga kepada ibunya.
"tuhh kan..ngaco lagi..kamu tuh biasanya pagi-pagi langsung bantu
ibu nyuci piring…dan langsung muraja'ah atau nambah hafalan…ehh ini malah
senyum-senyum gak jelas didepan jendela kamar…iihhh nanti kamu kemasukan Jin
tomang loooh.."sahut Ibu kepada Bunga.
"hmhm Ibu yang cantik secantik bidadari Surga…denger yah…anak Ibu
yang paling cantik ini udah selesai Murajaah hafalannya,,nyuci piringnya juga
udah aku lakuin tadi sebelum shalat subuh…..jadi sekarang emang waktunya aku
istirahaat Ibu quu…."
"ya wess laaah…hmhm" sambil menghela nafas yang agak panjang,
Ibu pergi meninggalkan Bunga
Tuulaaliing…tulaalingg……(suara
sms masuk)
"pgi
bunga..km gy apa"
"hmhm…Idolaku menyapaku…duhhhh mesti bales apa yaah….kenapa hatiku
jadi berdebar gini yaah… masa aku jawab kalo aku lagi ngelamunin dia sambil
senyum-senyum cy..iihhh maluu bangeet….hmhm…"
"ehh k'adit…bnga biz murajaah hfalan
aj..n skrg gy istrahat d kamar..ad ap k..tumben k sms bnga pagi2…"
"kenapa yaah tumben banget k'adit sms aku pagi-pagi..kira-kira ada
apa yaah…duhh nih jantung semakin gak bisa kompromi rasanya..jangan-jangan dia
mau mengutarakan sesuatu lagi…dduuuh bunga..bunga jangan mimpi pagi2 dunkk..ngarep
banget cy…"
"murajaah hafalan itu ap bunga…k adit
ko gak ngerti yaah..he gini bunga kamu kan pengurus OSIS yaah,,boleh g ka adit
Tanya tentang beberapa agenda disekolah kita tahun ajaran ini…"
Bunga pun dengan cekatan membalas sms dari Adit, kaka kelasnya di SMAN I
Ciputat. Adit adalah siswa kelas III Ipa
2 , Adit merupakan sosok yang memang banyak diidam-idamkan oleh siswi di PL
(Panglima nama tenar dari SMAN I Ciputat).
Pintar, kreatif, dan cool adalah sebagian identitas yang menonjol pada
dirinya. Tidak hanya berhenti sampai
disitu, selain prestasi akademik yang kerap tiap tahun ia raih, Adit juga
merupakan seorang atlit futsal yang ternama.
Ia pun turut bergabung pada salah satu Tim Futsal tingkat nasional yang
bermarkas tidak jauh dari tempat ia sekolah yaitu JK FC (Joko Kencono Futsal
Club). Skill dan gocekannya di atas
lapangan futsal menambah daya tarik dirinya dan membuat para wanita pasti
terkesima. Bisa dibilang adit adalah
cowo yang mendekati sempurna.
"murajaah itu adalah mengulang hafalan
k adit.. di keluarga bunga selalu dibiasakan menambah hafalan dari al Qur'an
dan senantiasa mengulangnya tiap pagi.
Ohh agenda kegiatan sekolah, boleh k adit..kebetulan kita baru ajah
rapat Osis pekan kemarin..besok yah di sekolah bunga kasih"
Lama tak ada balasan dari Adit. Bunga pun terlelap tidur sambil memegang HP
Sumsang barunya. Maklum karena hari itu
hari libur, dan hingga menjelang zuhur Bunga memang tidak ada agenda.
***
I Like Monday. Begitu istilah yang saat ini melekat di benak
Bunga. Senin yang berbeda dari
senin-senin sebelumnya. Yaa karena
memang senin itu Bunga sudah berjanji kepada Adit untuk memberikan gambaran
umum tentang agenda yang akan dilaksanakan Osis pada tahun ajaran
berjalan.
"Bunga,,bungaaa….hey…"sapa Zahra
dari kelas II yang letaknya hampir bersebelahan dengan kantin Sekolah. Zahra merupakan sahabat Bunga semenjak
SD. Dua sohib karib ini memang unik,
mereka mempunyai nama yang sama, hanya saja berbeda bahasa. Zahra berarti bunga dalam bahasa Arab. Selain kemiripan nama, mereka pun memiliki
karakter yang tidak jauh berbeda. Hanya
saja Zahra terlihat lebih dewasa. Bunga
yang pada saat itu hendak membeli NUMA (Nasi Uduk Mang Akbar) pun segera
menoleh ke sekelilingnya.
"haai Zahra..ada apa Zah….kamu mau
ikutan sarapan bareng aku gak..soalnya tadi pagi aku agak terburu-buru jadi
tidak sempat sarapan."jawab Bunga kepada sohib karibnya
"hmhmhm ndak ahh..tadi aku udah sarapan
di rumah,,biasa,,nasi goreng Ummi yang rasanya hampir mendekati nasi goreng
yang ada di Restoran-restoran gitu deeh..hehe"
"ooohh y wes…ngomong2 ada apa kamu
panggil aku Zah?..ada sesuatu yang penting kah?"
"aku hanya mau Tanya..nanti siang kita
jadi kan menghadiri seminar JILBAB…wow kerenzz yang diadakan oleh Rohis SMAN 6
Jakarta…salah satu pengisi acaranya penulis terkenal loh…Asma Nadia….wuuiiihh
karya-karyanya kan bagus-bagus…gmn …kamu bisa ikut kan Bunga..?"
"oohh iy..insya Allah …jam berapa yaah
kita berangkat?"
"sekitar Jam 2an laah..kita ketemuan di
Masjid Agung al Jihad, kita insya Allah akan berangkat bareng sama temen2 Rohis
lainnya..okee gitu ajaa jangan sampai lupa yaaah Bunga…assalamu'alaikum
.." salam Zahra kepada Bunga sambil melempar senyuman khasnya.
"wa'alaikumussalam wr."jawab
singkat Zahra
Sebelum jam pelajaran pertama dimulai, Zahra
memeriksa catatan penting yang ada di dalam tasnya. Tidak lain catatan mengenai gambaran umum
tentang agenda OSIS yang akan diberikannya kepada Adit.
"duuh kemarin ko ka Adit belum jawab sms
aku yah…aku jadi bingung nehh..kira2 kapan aku kasih ke dia yaah catetan
ini?hmhm atau aku sms dia ajaah yaa…hm"
"aslm..k adit..maaf ganggu
waktunya..Bunga uda bawa neh catetan tentang gambaran umum kegiatan OSIS tahun
ajaran ini..kira-kira kapan yah bisa Bunga kasih k ka aditnya..?"
"ooh iyaa Bunga..gini ajah deh nanti
pas pulang sekolah di Kantin Mang Akbar,,sekalian ka Adit traktir deeh..mau
kan"
"hmhm ka Adit mau nraktir aku…hmmhhmhm
haloo Bunga..kamu gak lagi mimpi kan.." senyum Bunga sambil terus
memandang sms Adit yang baru saja ia terima.
"aku mesti jawab apa yaah..kalo aku
bilang mau…nanti aku ditinggal teman2 Rohis lg..kita kan nanti ada agenda…hmhm
gmn yaah…..tapi kalo aku tolak ..ini kesempatan yang langka bisa dekat sama
idola..pujaan hati..hufttt aku bingung neh…gmn yaah….." gumam Bunga sambil
melihat ke arah Lapangan Futsal. Setiap
kali Bunga melihat lapangan futsal, atau melihat bola bahkan melihat pemuda
yang akan atau sedang bermain futsal maka bayangan yang ada dibenaknya adalah
Adit. Sebenarnya Bunga sudah menaruh
simpati pada Adit sejak pertama kali ia menjadi siswi SMAN I Ciputat. Namun rasa simpatinya hanya sebatas kagum dan
tidak lebih dari itu. Namun selama Bunga
mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, pesona Adit makin lama makin membuat
perasaan Bunga kian tidak menentu.
"iya ka nanti habis pulang sekolah
yaah Bunga kasih catetan agendanya"
***
Raja siang kala itu benar-benar garang..terik
sinarnya membuat suasana di SMAN I Ciputat seolah-olah menjadi lebih
semrawut. Karena memang lokasinya yang
sangat berdekatan dengan pasar. Namun
berbanding terbalik dengan perasaan Bunga yang sesaat lagi akan bertemu dengan
pujaan hatinya. Debaran jantungnya makin
lama makin berdebar cepat. Padahal
tujuannya hanya sekedar memberikan catatan agenda kegiatan Sekolah saja.
Bell pulang pun berbunyi. Mondar-mandir para siswa siang itu menjadi
pemandangan yang sangat lumrah. Hampir
tiap hari Bunga menyaksikan kejadian yang serupa. Namun siang itu, pemandangan yang biasa itu
menjadi sesuatu yang berbeda dan luar biasa, karena sesuatu yang hendak
dilakukannya itu. Bunga sedari SMP
memang tidak pernah dekat dengan seorang cowo pun. Apalagi makan bareng dalam satu meja. Hal itu menjadi sesuatu yang amat baru
baginya. Di benaknya saat itu , sudah
ada sejuta bayangan tentang diri Adit, sang pujaan hatinya.
"Bunga assalamu'alaikum …yukk jalan
bareng ke Masjid al Jihad…temen2 Rohis yang lein sepertinya sudah menunggu kita
di sana…?" sapa Zahra ringan.
"hmhm Zahra…adduuuh perut akuu sakit
neeh..aku mau ke kamar mandi dulu yaah..kamu duluan ajah nanti aku pasti nyusul
deeh…"jawab spontan Bunga..yang begitu ringannya dia berbohong kepada
sahabat karibnya,hanya karena kesempatan bertemu dan makan bersama sang idola
dan pujaan hati.
"ohh kamu gak pa2 kan Bunga?."
"gak pa2 ko Zah..Cuma sedikit mules saja…"
"Alhamdulillah dehh kalo gitu……tapi
jangan lama2 yaah…aku duluan yaah Bunga..assalamu'alaikum…" pisah Zahra
tanpa sedikit pun menaruh curiga bahwa sahabat karibnya telah berupaya
membohonginya.
Di Masjid al Jihad, Zahra bersama dengan
teman-teman Rohis lainnya tengah bersiap-siap menunggu angkutan umum sebagai
sarana untuk bisa berangkat ke Seminar.
Namun mereka masih menunggu seorang anggota Rohis lainnya, yaitu
Bunga.
"hmhm Bunga mana yaah…ko belum nongol
juga neh batang hidungnya…"sambil mengambil HP esia yang ada di tasnya
Zahra.
" Zah..kamu sma temens yg lain duluan
ajah yaah…nanti aku nyusul ko…hati2 yah Zah.."
Tak lama Zahra coba menghubungi Bunga , namun
ternyata nomornya tidak aktif.
Sepertinya HP Bunga mati. Zahra
yang memang sudah menjadi sahabat karib Bunga semenjak SD merasa agak heran dan
sedikit kebingungan. Tidak biasanya
Bunga berperangai seperti itu. Namun ia
tetap berkhusnuzhan dan menganggap bahwa memang Bunga mungkin masih sakit
perut.
"baik..kamu jg yah bunga hati2…kami
tunggu di SMAN 6 Jakarta yaah…."
Di sekolah, hanya tersisa beberapa siswa dan
siswi saja, khususnya mereka yang hari itu memang ada jadwal ekskul ataupun
rapat organisasi kesiswaan. Bunga
seperti belum menyadari bahwa sebenarnya apa yang telah dilakukannya merupakan
sauatu kesalahan dan kealfaan. Sambil
harap-harap cemas ia beranjak dari kelas menuju kantin tepatnya di kantin Mang
Akbar, tempat Bunga membeli Nasi Uduk tadi pagi.
"Assalamu'alaikum…..ka Adi.."
"wa'alaukum slam..eh Bunga..sini..sini
duduk……..wuaah maaf yaaah..jadi ngerepotin Bunga neeh…kamu gak agenda apa-apa
kan siang ini Bunga..?" sapa Adi mengawali pembicaraan siang itu.
"aah gak ada ko k..Bunga kebetulan emang
gak ada agenda hari ini….."jawab Bunga..sambil menunduk dan tergesa-gesa,
karena memang jawaban yang baru saja dikemukakan adalah jawaban yang bohong
belaka.
"ohh iyaa…kamu mau pesen apa Bunga…Nasi
Goreng..Soto Ayam..atau apa…."
"ehmmm gak dehh ka…."
"looh katanya kamu gak ada acara..ko
tawaran ka Adit gak diterima …"
"gak ka ..Bunga masih kenyang"
"hmhm ya wes yah ka pesenin Juz alpukat
ajah yaah…,Mang Akbar..maaf mang..pesen Juz Alpuketnya 2 yah Mang..?"
"baik deen"jawab singkat Mang Akbar
"Bunga..kamu dulu SMP dimana?"
Tanya Adit mencoba untuk mencairkan suasana.
"Bunga dulu di Pondok Pesantren Baitul
Ula ka, bareng sama Zahra..ka Adit kenal kan??"
"oohh Zahra yang ketua Rohis itu
yaa…"
"betull ka…."
"oohhh gituuu….hmhm kamu ikutan Rohis
juga kan Bunga…?"
"hmhmhm….iya cy kak bareng sama Zahra
juga,,Bunga aktif di 3 Organisasi, OSIS, Rohis dan KIR.."
"wuahh kamu hebat yaah Bunga…"
"aah..biasa ajaah k Adit…hebatan juga k
Adit..sudah prestasi akademiknya bagus..prestasi olah raganya pun mencuat…salut
Bunga sama ka Adit…"Bunga coba ikut mencairkan suasana,,sambil sesekali
memandangi mata indah dan rambut jambul Adit.
"ooh iyaa ka..ngomong2..ka Adit butuh
agenda kegiatan sekolah tahun ini untuk apa ka…?" Tanya Bunga kepada Adit.
"iyaa..rencananya ka Adit mau mengadakan
Turnamen Futsal Se-Propinsi Banten,,nahh rencananya kalau memang waktunya memungkinkan
yaah kaka akan coba ajukan ke temen2 OSIS untuk menjadikan agenda ini sebagai
salah satu agenda besar di Sekolah kita tahun ini."
"ooh gitu di coba saja ka….mungkin waktu
dan kesempatannya bisa sesuai dan klop sama rencana yang sudah dibuat sama
temen2 di OSIS.."
"iyaah pengennya cy gitu …."
"neeh den Juz Alpukatnya…." Masuk
Mang Akbar dengan gaya khasnya yaitu berkopiah miring (mirip seperti tukang
JENGKI)
"makasiih Mang Akbar" jawab
bersamaan Bunga dan Adit.
"silahkan Bunga..di cobain Juz Alpukatnya…"
Perasaan Bunga saat itu seperti ada di
tengah-tengah hamparan ladang hijau yang luas.
Sejuk dan Bahagia. Tadinya Bunga hanya sesekali memandangi Adit, namun
lama kelamaan , intensitas pandangannya pun kian bertambah.
"ii…iiya..k Adit makasih yaah…."
"heey Bunga maaf yaah di bawah mulut
kamu ada bekas Juz..sini biar ka Adit bersihkan…."
Hati Bunga pun semakin terbang ke angkasa.
"ka Adit..maaf yaah,,Bunga boleh
utarakan sesuatu gak….hmhm.."makin berdebar..sepertinya Bunga ingin
mengutarakan sesuatu yang diluar kebiasaannya.
Mengungakapkan isi hati kepada seorang Pria yang di kagumi dan
dicintainya. Seakan ia tersihir oleh
paras dan pesona Adit.
"iyahh…serius bget ngomongnya
bunga…silahkan mau bicara apa….?"
"hmhm sebenarnya Bunga…hmm Bunga itu
sebenarnya….hhmmm…."
Belum usai ungkapan dari Bunga, tiba-tiba
sosok cantik berparas lumayan tinggi menghampiri mereka berdua.
"Haaiii,,,adiiit…sayang…kmu lagi ngapain
di sini?"sapa Anggi, siswi pemenang lomba kecantikan antar SMA tingkat
propinsi.
"haaai…saayaaangg…enggak apa2 ko
sayang..gak penting2 amat…aku cuma ingin tau agenda kegiatan OSIS tahun
ini….ituu loh yg semalem aku certain ke kamu…..nggi…"
"oooh tentang rencana turnamen futsal se
Propinsi itu yaah"
"yupss betuul.."
Kemudian tanpa ragu, Anngi merangkul tangan
Adit yang memang ternyata sudah sepekan ini mereka berhubungan dan
men-statuskan diri mereka sebagai pasangan kekasih.
"tadi..kamu mau bicara pa
Bunga…?..."
Perasaan Bunga pun seketika itu
hancur-sehancurnya, ternyata pujaan hatinya sudah memiliki hubungan dengan
orang lain.
"ehhh Bunga..kamu gak ikut sama
temen-temen Rohis,,tadi aku ketemu sama Zahra dan yg lainnya looh..sepertinya
mereka mau menghadiri sebuah acara dehhh…."ungkap Zahra yang memang
sedikit banyak mengetahui bahwa Bunga juga menjadi salah satu anggota Rohis PL.
"ehhmmmmmm gak jadi ka…lupain…Bunga
pamiit dulu………"sambil menahan isak tangis dan sesak yang tertanam di
dada. Saat itu yang ia rasakan adalah
bahwa ia merasa seperti menjadi orang terbodoh di dunia. Ia dengan gampangnya
berbicara bohong kepada sahabat karibnya demi sebuah harapan yang semu.
***
Sepanjang perjalanan menuju rumah, Bunga tak
henti-hentinya menangis tersedu-sedu.
Bahkan tak jarang dadanya merasa sesak karena mengingat apa yang telah
ia perbuat. Di tengah perjalanan ia pun
bertemu dengan Zahra, karena memang rumah mereka masih berada dalam satu
komplek.
"assalamu'alaikum
Bunga…bungaaa..hey..kamu kenapa Bunga…kamu sakit…"Tanya Zahra.
Sontak Bunga pun langsung memeluk Zahra, dan
menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"maafkan aku Zahra..maafkan aku
Zah…hiks…hikss…hikss… aku memang teman yang buruk untuk mu..aku memang sahabat
yang jahat…aku memangg BODOOOh…hiks..hikss…"
"Bunga sahabat terbaikku, Cinta itu
adalah Fitrah dan anugerah, dan anugerah itu pada dasarnya harus kita jaga
dengan semaksimal mungkin. Apa yang kau
alami adalah perasaan yang wajar.
Perasaan seorang hawa yang memiliki kekaguman terhadap seorang Adam. Yang salah adalah ketika engkau terperdaya
oleh Nafsu dan sifat fujurmu, sehingga hatimu yang bersih pun seolah tidak bisa
mengendalikan sekaligus memberikan arahan tentang sikap terbaik seperti apa
yang harus kau ambil. Namun..ingat
Zahra…Allah adalah Tuhan yang Maha Luas Ampunan dan RahmatNya. So..gak usah nangis lagi yahh..anggap ajaah
ini cobaan sekaligus pendewasaan buat kita."nasihat Zahra kepada Bunga
memberi secercah harapan untuk bangkit.
Mendung saat itu pun menjadi saksi bagi mereka jika mereka memang
sahabat sejati yang saling ada dan menguatkan satu sama lain.
Abu al Fatih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar