Minggu, 02 Februari 2014

Bunga

Bunga
Cerahnya mentari pagi, menambah sejuk dan nyamannya suasana hati Bunga yang kala itu memang sedang berbunga-bunga.  Kicauan burung yang merdu menjadi teman lamunannya pagi itu.  Maklum saja, Bunga baru saja mengalami perasaan yang sebelumnya memang belum pernah ia rasakan.  Bibirnya pun kian lama mengering, karena senyumannya yang tak pernah ia lepas sepanjang pagi itu.
"hey bunga…kamu kenapa senyum-senyum sendiri terus dari tadi..ibu perhatikan sebelum ibu masak di dapur, pada saat ibu rampung menyediakan lauk di meja makan, sampai dengan detik ini, kamu senyum terus kaya orang bener ajahhh cy kamu…ada apa…kalo ada berita bahagia mbok yahh dikabari ke ibu dunk" Tanya Ibu Ani penasaran tentang perangai anaknya yang belakangan ini sedikit berbeda dari sebelumnya.
Bunga pun dengan sedikit terkejut menjawab pertanyaan Ibu Ani. "ehh Ibu…aku gak kenapa2 bu..Ibu ajah kali yang lagi aneh…emang kenapa cy bu…anak ibu yang imutz ini makin keliatan cuantiiq yaaah….siapa dulu dunk ibunya…hehe.."
"yeeh ditanya serius malah ngeledekin ibu..kamu sadar gak..bibir kamu pada kering tuh karena sedari tadi udah mesem-mesem sendiri..kaya orang yang besok mau dinikahin ajah…." Ledek ibu kepada Bunga yang memang bisa dibilang masih ABB (Anak Baru Baligh…he).
"masa cy bu…ahhh ibu suka lebaay neeh…bibir aku emang begini kali bu..pecah-pecah manis gituu deeh…"canda Bunga kepada ibunya.
"tuhh kan..ngaco lagi..kamu tuh biasanya pagi-pagi langsung bantu ibu nyuci piring…dan langsung muraja'ah atau nambah hafalan…ehh ini malah senyum-senyum gak jelas didepan jendela kamar…iihhh nanti kamu kemasukan Jin tomang loooh.."sahut Ibu kepada Bunga.
"hmhm Ibu yang cantik secantik bidadari Surga…denger yah…anak Ibu yang paling cantik ini udah selesai Murajaah hafalannya,,nyuci piringnya juga udah aku lakuin tadi sebelum shalat subuh…..jadi sekarang emang waktunya aku istirahaat Ibu quu…."
"ya wess laaah…hmhm" sambil menghela nafas yang agak panjang, Ibu pergi meninggalkan Bunga
                Tuulaaliing…tulaalingg……(suara sms masuk)
                "pgi bunga..km gy apa"
"hmhm…Idolaku menyapaku…duhhhh mesti bales apa yaah….kenapa hatiku jadi berdebar gini yaah… masa aku jawab kalo aku lagi ngelamunin dia sambil senyum-senyum cy..iihhh maluu bangeet….hmhm…"
"ehh k'adit…bnga biz murajaah hfalan aj..n skrg gy istrahat d kamar..ad ap k..tumben k sms bnga pagi2…"
"kenapa yaah tumben banget k'adit sms aku pagi-pagi..kira-kira ada apa yaah…duhh nih jantung semakin gak bisa kompromi rasanya..jangan-jangan dia mau mengutarakan sesuatu lagi…dduuuh bunga..bunga jangan mimpi pagi2 dunkk..ngarep banget cy…"
"murajaah hafalan itu ap bunga…k adit ko gak ngerti yaah..he gini bunga kamu kan pengurus OSIS yaah,,boleh g ka adit Tanya tentang beberapa agenda disekolah kita tahun ajaran ini…"
Bunga pun dengan cekatan membalas sms dari Adit, kaka kelasnya di SMAN I Ciputat.  Adit adalah siswa kelas III Ipa 2 , Adit merupakan sosok yang memang banyak diidam-idamkan oleh siswi di PL (Panglima nama tenar dari SMAN I Ciputat).  Pintar, kreatif, dan cool adalah sebagian identitas yang menonjol pada dirinya.  Tidak hanya berhenti sampai disitu, selain prestasi akademik yang kerap tiap tahun ia raih, Adit juga merupakan seorang atlit futsal yang ternama.  Ia pun turut bergabung pada salah satu Tim Futsal tingkat nasional yang bermarkas tidak jauh dari tempat ia sekolah yaitu JK FC (Joko Kencono Futsal Club).  Skill dan gocekannya di atas lapangan futsal menambah daya tarik dirinya dan membuat para wanita pasti terkesima.  Bisa dibilang adit adalah cowo yang mendekati sempurna.
"murajaah itu adalah mengulang hafalan k adit.. di keluarga bunga selalu dibiasakan menambah hafalan dari al Qur'an dan senantiasa mengulangnya tiap pagi.  Ohh agenda kegiatan sekolah, boleh k adit..kebetulan kita baru ajah rapat Osis pekan kemarin..besok yah di sekolah bunga kasih"
Lama tak ada balasan dari Adit.  Bunga pun terlelap tidur sambil memegang HP Sumsang barunya.  Maklum karena hari itu hari libur, dan hingga menjelang zuhur Bunga memang tidak ada agenda.
***
I Like Monday.  Begitu istilah yang saat ini melekat di benak Bunga.  Senin yang berbeda dari senin-senin sebelumnya.  Yaa karena memang senin itu Bunga sudah berjanji kepada Adit untuk memberikan gambaran umum tentang agenda yang akan dilaksanakan Osis pada tahun ajaran berjalan. 
"Bunga,,bungaaa….hey…"sapa Zahra dari kelas II yang letaknya hampir bersebelahan dengan kantin Sekolah.  Zahra merupakan sahabat Bunga semenjak SD.  Dua sohib karib ini memang unik, mereka mempunyai nama yang sama, hanya saja berbeda bahasa.  Zahra berarti bunga dalam bahasa Arab.  Selain kemiripan nama, mereka pun memiliki karakter yang tidak jauh berbeda.  Hanya saja Zahra terlihat lebih dewasa.  Bunga yang pada saat itu hendak membeli NUMA (Nasi Uduk Mang Akbar) pun segera menoleh ke sekelilingnya.
"haai Zahra..ada apa Zah….kamu mau ikutan sarapan bareng aku gak..soalnya tadi pagi aku agak terburu-buru jadi tidak sempat sarapan."jawab Bunga kepada sohib karibnya
"hmhmhm ndak ahh..tadi aku udah sarapan di rumah,,biasa,,nasi goreng Ummi yang rasanya hampir mendekati nasi goreng yang ada di Restoran-restoran gitu deeh..hehe"
"ooohh y wes…ngomong2 ada apa kamu panggil aku Zah?..ada sesuatu yang penting kah?"
"aku hanya mau Tanya..nanti siang kita jadi kan menghadiri seminar JILBAB…wow kerenzz yang diadakan oleh Rohis SMAN 6 Jakarta…salah satu pengisi acaranya penulis terkenal loh…Asma Nadia….wuuiiihh karya-karyanya kan bagus-bagus…gmn …kamu bisa ikut kan Bunga..?"
"oohh iy..insya Allah …jam berapa yaah kita berangkat?"
"sekitar Jam 2an laah..kita ketemuan di Masjid Agung al Jihad, kita insya Allah  akan berangkat bareng sama temen2 Rohis lainnya..okee gitu ajaa jangan sampai lupa yaaah Bunga…assalamu'alaikum .." salam Zahra kepada Bunga sambil melempar senyuman khasnya.
"wa'alaikumussalam wr."jawab singkat Zahra
Sebelum jam pelajaran pertama dimulai, Zahra memeriksa catatan penting yang ada di dalam tasnya.  Tidak lain catatan mengenai gambaran umum tentang agenda OSIS yang akan diberikannya kepada Adit.
"duuh kemarin ko ka Adit belum jawab sms aku yah…aku jadi bingung nehh..kira2 kapan aku kasih ke dia yaah catetan ini?hmhm atau aku sms dia ajaah yaa…hm"
"aslm..k adit..maaf ganggu waktunya..Bunga uda bawa neh catetan tentang gambaran umum kegiatan OSIS tahun ajaran ini..kira-kira kapan yah bisa Bunga kasih k ka aditnya..?"
"ooh iyaa Bunga..gini ajah deh nanti pas pulang sekolah di Kantin Mang Akbar,,sekalian ka Adit traktir deeh..mau kan"
"hmhm ka Adit mau nraktir aku…hmmhhmhm haloo Bunga..kamu gak lagi mimpi kan.." senyum Bunga sambil terus memandang sms Adit yang baru saja ia terima.
"aku mesti jawab apa yaah..kalo aku bilang mau…nanti aku ditinggal teman2 Rohis lg..kita kan nanti ada agenda…hmhm gmn yaah…..tapi kalo aku tolak ..ini kesempatan yang langka bisa dekat sama idola..pujaan hati..hufttt aku bingung neh…gmn yaah….." gumam Bunga sambil melihat ke arah Lapangan Futsal.  Setiap kali Bunga melihat lapangan futsal, atau melihat bola bahkan melihat pemuda yang akan atau sedang bermain futsal maka bayangan yang ada dibenaknya adalah Adit.  Sebenarnya Bunga sudah menaruh simpati pada Adit sejak pertama kali ia menjadi siswi SMAN I Ciputat.  Namun rasa simpatinya hanya sebatas kagum dan tidak lebih dari itu.  Namun selama Bunga mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, pesona Adit makin lama makin membuat perasaan Bunga kian tidak menentu.
"iya ka nanti habis pulang sekolah yaah Bunga kasih catetan agendanya"
***
Raja siang kala itu benar-benar garang..terik sinarnya membuat suasana di SMAN I Ciputat seolah-olah menjadi lebih semrawut.  Karena memang lokasinya yang sangat berdekatan dengan pasar.  Namun berbanding terbalik dengan perasaan Bunga yang sesaat lagi akan bertemu dengan pujaan hatinya.  Debaran jantungnya makin lama makin berdebar cepat.  Padahal tujuannya hanya sekedar memberikan catatan agenda kegiatan Sekolah saja. 
Bell pulang pun berbunyi.  Mondar-mandir para siswa siang itu menjadi pemandangan yang sangat lumrah.  Hampir tiap hari Bunga menyaksikan kejadian yang serupa.  Namun siang itu, pemandangan yang biasa itu menjadi sesuatu yang berbeda dan luar biasa, karena sesuatu yang hendak dilakukannya itu.  Bunga sedari SMP memang tidak pernah dekat dengan seorang cowo pun.  Apalagi makan bareng dalam satu meja.  Hal itu menjadi sesuatu yang amat baru baginya.  Di benaknya saat itu , sudah ada sejuta bayangan tentang diri Adit, sang pujaan hatinya.
"Bunga assalamu'alaikum …yukk jalan bareng ke Masjid al Jihad…temen2 Rohis yang lein sepertinya sudah menunggu kita di sana…?" sapa Zahra ringan.
"hmhm Zahra…adduuuh perut akuu sakit neeh..aku mau ke kamar mandi dulu yaah..kamu duluan ajah nanti aku pasti nyusul deeh…"jawab spontan Bunga..yang begitu ringannya dia berbohong kepada sahabat karibnya,hanya karena kesempatan bertemu dan makan bersama sang idola dan pujaan hati. 
"ohh kamu gak pa2 kan Bunga?."
"gak pa2 ko Zah..Cuma sedikit mules saja…"
"Alhamdulillah dehh kalo gitu……tapi jangan lama2 yaah…aku duluan yaah Bunga..assalamu'alaikum…" pisah Zahra tanpa sedikit pun menaruh curiga bahwa sahabat karibnya telah berupaya membohonginya.
Di Masjid al Jihad, Zahra bersama dengan teman-teman Rohis lainnya tengah bersiap-siap menunggu angkutan umum sebagai sarana untuk bisa berangkat ke Seminar.  Namun mereka masih menunggu seorang anggota Rohis lainnya, yaitu Bunga. 
"hmhm Bunga mana yaah…ko belum nongol juga neh batang hidungnya…"sambil mengambil HP esia yang ada di tasnya Zahra.
" Zah..kamu sma temens yg lain duluan ajah yaah…nanti aku nyusul ko…hati2 yah Zah.."
Tak lama Zahra coba menghubungi Bunga , namun ternyata nomornya tidak aktif.  Sepertinya HP Bunga mati.  Zahra yang memang sudah menjadi sahabat karib Bunga semenjak SD merasa agak heran dan sedikit kebingungan.  Tidak biasanya Bunga berperangai seperti itu.  Namun ia tetap berkhusnuzhan dan menganggap bahwa memang Bunga mungkin masih sakit perut. 
"baik..kamu jg yah bunga hati2…kami tunggu di SMAN 6 Jakarta yaah…."
Di sekolah, hanya tersisa beberapa siswa dan siswi saja, khususnya mereka yang hari itu memang ada jadwal ekskul ataupun rapat organisasi kesiswaan.  Bunga seperti belum menyadari bahwa sebenarnya apa yang telah dilakukannya merupakan sauatu kesalahan dan kealfaan.  Sambil harap-harap cemas ia beranjak dari kelas menuju kantin tepatnya di kantin Mang Akbar, tempat Bunga membeli Nasi Uduk tadi pagi.
"Assalamu'alaikum…..ka Adi.."
"wa'alaukum slam..eh Bunga..sini..sini duduk……..wuaah maaf yaaah..jadi ngerepotin Bunga neeh…kamu gak agenda apa-apa kan siang ini Bunga..?" sapa Adi mengawali pembicaraan siang itu.
"aah gak ada ko k..Bunga kebetulan emang gak ada agenda hari ini….."jawab Bunga..sambil menunduk dan tergesa-gesa, karena memang jawaban yang baru saja dikemukakan adalah jawaban yang bohong belaka.
"ohh iyaa…kamu mau pesen apa Bunga…Nasi Goreng..Soto Ayam..atau apa…."
"ehmmm gak dehh ka…."
"looh katanya kamu gak ada acara..ko tawaran ka Adit gak diterima …"
"gak ka ..Bunga masih kenyang"
"hmhm ya wes yah ka pesenin Juz alpukat ajah yaah…,Mang Akbar..maaf mang..pesen Juz Alpuketnya 2 yah Mang..?"
"baik deen"jawab singkat Mang Akbar
"Bunga..kamu dulu SMP dimana?" Tanya Adit mencoba untuk mencairkan suasana.
"Bunga dulu di Pondok Pesantren Baitul Ula ka, bareng sama Zahra..ka Adit kenal kan??"
"oohh Zahra yang ketua Rohis itu yaa…"
"betull ka…."
"oohhh gituuu….hmhm kamu ikutan Rohis juga kan Bunga…?"
"hmhmhm….iya cy kak bareng sama Zahra juga,,Bunga aktif di 3 Organisasi, OSIS, Rohis dan KIR.."
"wuahh kamu hebat yaah Bunga…"
"aah..biasa ajaah k Adit…hebatan juga k Adit..sudah prestasi akademiknya bagus..prestasi olah raganya pun mencuat…salut Bunga sama ka Adit…"Bunga coba ikut mencairkan suasana,,sambil sesekali memandangi mata indah dan rambut jambul Adit.
"ooh iyaa ka..ngomong2..ka Adit butuh agenda kegiatan sekolah tahun ini untuk apa ka…?" Tanya Bunga kepada Adit.
"iyaa..rencananya ka Adit mau mengadakan Turnamen Futsal Se-Propinsi Banten,,nahh rencananya kalau memang waktunya memungkinkan yaah kaka akan coba ajukan ke temen2 OSIS untuk menjadikan agenda ini sebagai salah satu agenda besar di Sekolah kita tahun ini."
"ooh gitu di coba saja ka….mungkin waktu dan kesempatannya bisa sesuai dan klop sama rencana yang sudah dibuat sama temen2 di OSIS.."
"iyaah pengennya cy gitu …."
"neeh den Juz Alpukatnya…." Masuk Mang Akbar dengan gaya khasnya yaitu berkopiah miring (mirip seperti tukang JENGKI)
"makasiih Mang Akbar" jawab bersamaan Bunga dan Adit.
"silahkan Bunga..di cobain Juz Alpukatnya…"
Perasaan Bunga saat itu seperti ada di tengah-tengah hamparan ladang hijau yang luas.  Sejuk dan Bahagia. Tadinya Bunga hanya sesekali memandangi Adit, namun lama kelamaan , intensitas pandangannya pun kian bertambah.
"ii…iiya..k Adit makasih yaah…."
"heey Bunga maaf yaah di bawah mulut kamu ada bekas Juz..sini biar ka Adit bersihkan…."
Hati Bunga pun semakin terbang ke angkasa.
"ka Adit..maaf yaah,,Bunga boleh utarakan sesuatu gak….hmhm.."makin berdebar..sepertinya Bunga ingin mengutarakan sesuatu yang diluar kebiasaannya.  Mengungakapkan isi hati kepada seorang Pria yang di kagumi dan dicintainya.  Seakan ia tersihir oleh paras dan pesona Adit.
"iyahh…serius bget ngomongnya bunga…silahkan mau bicara apa….?"
"hmhm sebenarnya Bunga…hmm Bunga itu sebenarnya….hhmmm…."
Belum usai ungkapan dari Bunga, tiba-tiba sosok cantik berparas lumayan tinggi menghampiri mereka berdua.
"Haaiii,,,adiiit…sayang…kmu lagi ngapain di sini?"sapa Anggi, siswi pemenang lomba kecantikan antar SMA tingkat propinsi. 
"haaai…saayaaangg…enggak apa2 ko sayang..gak penting2 amat…aku cuma ingin tau agenda kegiatan OSIS tahun ini….ituu loh yg semalem aku certain ke kamu…..nggi…"
"oooh tentang rencana turnamen futsal se Propinsi itu yaah"
"yupss betuul.."
Kemudian tanpa ragu, Anngi merangkul tangan Adit yang memang ternyata sudah sepekan ini mereka berhubungan dan men-statuskan diri mereka sebagai pasangan kekasih.
"tadi..kamu mau bicara pa Bunga…?..."
Perasaan Bunga pun seketika itu hancur-sehancurnya, ternyata pujaan hatinya sudah memiliki hubungan dengan orang lain.
"ehhh Bunga..kamu gak ikut sama temen-temen Rohis,,tadi aku ketemu sama Zahra dan yg lainnya looh..sepertinya mereka mau menghadiri sebuah acara dehhh…."ungkap Zahra yang memang sedikit banyak mengetahui bahwa Bunga juga menjadi salah satu anggota Rohis PL.
"ehhmmmmmm gak jadi ka…lupain…Bunga pamiit dulu………"sambil menahan isak tangis dan sesak yang tertanam di dada.  Saat itu yang ia rasakan adalah bahwa ia merasa seperti menjadi orang terbodoh di dunia. Ia dengan gampangnya berbicara bohong kepada sahabat karibnya demi sebuah harapan yang semu. 
***
Sepanjang perjalanan menuju rumah, Bunga tak henti-hentinya menangis tersedu-sedu.  Bahkan tak jarang dadanya merasa sesak karena mengingat apa yang telah ia perbuat.  Di tengah perjalanan ia pun bertemu dengan Zahra, karena memang rumah mereka masih berada dalam satu komplek.
"assalamu'alaikum Bunga…bungaaa..hey..kamu kenapa Bunga…kamu sakit…"Tanya Zahra.
Sontak Bunga pun langsung memeluk Zahra, dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"maafkan aku Zahra..maafkan aku Zah…hiks…hikss…hikss… aku memang teman yang buruk untuk mu..aku memang sahabat yang jahat…aku memangg BODOOOh…hiks..hikss…"
"Bunga sahabat terbaikku, Cinta itu adalah Fitrah dan anugerah, dan anugerah itu pada dasarnya harus kita jaga dengan semaksimal mungkin.  Apa yang kau alami adalah perasaan yang wajar.  Perasaan seorang hawa yang memiliki kekaguman terhadap seorang Adam.  Yang salah adalah ketika engkau terperdaya oleh Nafsu dan sifat fujurmu, sehingga hatimu yang bersih pun seolah tidak bisa mengendalikan sekaligus memberikan arahan tentang sikap terbaik seperti apa yang harus kau ambil.  Namun..ingat Zahra…Allah adalah Tuhan yang Maha Luas Ampunan dan RahmatNya.  So..gak usah nangis lagi yahh..anggap ajaah ini cobaan sekaligus pendewasaan buat kita."nasihat Zahra kepada Bunga memberi secercah harapan untuk bangkit.  Mendung saat itu pun menjadi saksi bagi mereka jika mereka memang sahabat sejati yang saling ada dan menguatkan satu sama lain.

Abu al Fatih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar